JAKARTA – Mandiri Utama Finance (MUF) berkolaborasi dengan Baznas Bazis DKI Jakarta memberikan santunan kepada 50 santriwati Pesantren Tahfidz Difabel KH Ahmad Lutfi Fathullah, Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Para santriwati yang semuanya tuna rungu tampak mengekspresikan kebahagiaannya karena masing-masing mendapat santunan uang Rp 300 ribu dan merasa diperhatikan.
Kegiatan yang diprakarsai MUF anak perusahaan PT Bank Mandiri Tbk ini, melalui rekomendasi Bazis DKI sengaja memilih pesantren perempuan khusus difabel. Pesantren khusus disabilitas ini juga merupakan pusat pelatihan guru tahfidz difabel Bazis DKI Jakarta. “Saya ucapkan terima kasih kepada MUF yang telah memberikan santunan kepada 50 santriwati di sini. Insya Allah uangnya dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan dasar agar hidup para santriwati menjadi lebih layak,” kata Plt Kepala Bidang Pengumpulan Baznas (Bazis) DKI Jakarta, Ahmad Sholih, Senin (1/4).
Ahmad bercerita, para santriwati sangat bahagia ketika mengetahui tim MUF akan berkunjung ke Pesantren Tahfidz Difabel KH Ahmad Lutfi Fathullah. “Mereka senang sekali mendengar kabar tersebut sehingga tanpa dikomando, mereka langsung bersih-bersih dan merapikan ruangan, sehingga membuat hati kami tersentuh,” paparnya.
Pesantren Tahfidz Difabel KH Ahmad Lutfi Fathullah merupakan pesantren difabel pertama di DKI Jakarta, dan pondok difabel tuna rungu kedua di Indonesia. Adapun yang pertama adalah pesantren tuna rungu Darul Ashom di Yogyakarta. “Kami sangat berterima kasih karena MUF telah memberikan perhatiannya kepada santriwati difabel. Sebab, bagi mereka bantuan seperti sangat dibutuhkan. Semoga amal ini menjadi berkah karena anak-anak tuna rungu di sini sedang berjihad belajar menghafal seluruh surat dan ayat Al-Quran,” ucap Achmad Sholih.
Ia menjelaskan, hadirnya pesantren tahfidz difabel ini dilatarbelakangi oleh suatu kebutuhan dasar dari para difabel tuna rungu yang selama ini mereka kesulitan mendapat tempat pembelajaran agama dengan pendekatan bahasa mereka. “Untuk itu menjadi wajib ‘ain bagi lembaga pengelola dana zakat, infak, sedekah seperti Baznas (Bazis) untuk memberi hak dasar kepada difabel tuna rungu,” kata Ahmad. Pesantren tahfidz difabel ini merupakan pesantren khusus santri putri yang dibina dari program pemberdayaan Baznas (Bazis) DKI Jakarta.
Corporate Secretary & Legal Deputy Division Head MUF Elisabeth Sirait berharap agar santunan ini dapat berguna bagi santriwati yang sedang menjalankan ibadah puasa dan menyambut Lebaran. “Semoga para santriwati difabel ini kelak dapat mewujudkan semua mimpi-mimpi mereka,” tuturnya. (jo)







Komentar