BOGOR – Genangan air setinggi sekitar 30 sentimeter terjadi di ruas Tol Jagorawi Km 12+800 hingga Km 12+600 arah Jakarta akibat tingginya curah hujan pada Jumat (20/3/2026) dan Sabtu (21/3/2026). Peristiwa ini sempat mengganggu arus lalu lintas di jalur tersebut.
Genangan mulai terpantau pada Sabtu (21/3/2026), sekitar pukul 16.45 WIB. Tak lama setelah itu, petugas dari Jasamarga Metropolitan Tollroad melalui Representative Office 1 (RO1) bersama tim pemeliharaan langsung menuju lokasi untuk melakukan penanganan awal serta mengidentifikasi penyebab genangan.
Hasil pengamatan di lapangan menunjukkan bahwa genangan terjadi akibat kombinasi beberapa faktor yang saling berkaitan, yaitu, curah hujan yang tinggi.
“Intensitas hujan yang tinggi dalam dua hari berturut-turut menyebabkan peningkatan debit air secara signifikan. Jasamarga Metropolitan Tollroad (JMT) regional Division melalui Representative Office 1 (RO 1), selaku pengelola ruas jalan tol Jagorawi langsung melakukan eksen dilapangan,” kata Alvin Andituahta Singarimbun, Senior Manager Representative Office 1 Jasamarga, sebagaimana dikutip media ini, Minggu (22/3/2026).
Alvin mengatakan, saluran air di sekitar lokasi tidak mampu menampung volume air yang masuk, sehingga terjadi luapan ke badan jalan tol, karena kapasitas drainase terlampaui. Air tidak hanya berasal dari permukaan jalan tol, tetapi juga dari kawasan permukiman dan area sekitar yang turut mengalir ke sistem drainase tol.
“Ditemukan adanya sampah di saluran air yang memperlambat aliran, sehingga memperparah kondisi hingga terjadi genangan,” ungkapnya.
Akibat genangan tersebut, dampak yang timbul yakni bahu luar serta lajur 1 dan 2 tidak dapat dilintasi untuk sementara waktu. Sementara itu, lajur 3 dan 4 masih dapat digunakan oleh pengendara dengan pengaturan lalu lintas oleh petugas.
Selain itu, genangan juga berdampak pada rest area Km 10 arah Bogor, yang terpaksa ditutup sementara karena kerusakan pompa air bersih.
“Petugas melakukan sejumlah langkah untuk mengatasi genangan, antara lain, membersihkan sampah di saluran drainase, mempercepat aliran air agar genangan segera surut dan mengatur lalu lintas untuk mengurangi kepadatan kendaraan.
“Genangan di Tol Jagorawi terutama disebabkan oleh tingginya curah hujan yang melampaui kapasitas sistem drainase, diperparah oleh limpasan air dari lingkungan sekitar serta adanya sumbatan di saluran. Kombinasi faktor tersebut menyebabkan air meluap dan menggenangi badan jalan,” tegasnya. (*/yopy)







Komentar