oleh

Spirit Semar adalah ‘Semeleh’, Takkan Luntur Keserakahan Dunia

-Komunitas-177 views

POSKOTA.CO – Semar sebagai simbol dewa yang rela menjelma menjadi manusia yang papa dan dalam kasta sudra. Semar dalam hidup dan kehidupannya serba sederhana. Walaupun pembimbing para raja dan satria semar dan anak anaknya tidak menggunakan kesempatan atau menjadi makelar atau mroyek dalam lingkungan istana.

Semar tetap bersahaja sederhana. Ia tidak luntur dalah keserakahan dunia. Semar tetap saja sebatas apa yang dia perlu dan mampu ia lakukan. Tidak membuat pembedaan kasta di mata semar. Hormat patuh dan loyal kepada atasan dan pimpinan merupakan kewajiban yang dilakukan semar.

Namun jangan sekali kali mengajak semar untuk melakukan permufakatan jahat. Semar pasti akan marah dan siapapun dia akan babat. Dewa sekalipun girap girap dengan kesaktian semar. Dan kekuatan semar bukan dari luar atau ada prewangannya. Kekuatan semar dari dirinya sendiri yaitu kentutnya.

Sejalan dengan spirit semar maka kampoeng Semar dibangun didirikan juga bukan untuk membuat klaster atas strata sosial atau membeda bedakan manusia. Walaupun dalam segi kemampuan ketrampilan dan ekonomi yg serba terbatas itulah yang ditampung dan dibina kampoeng semar.

Sebagai susuh atau sarang menyiapkan anak2 burung yang masih lemah untuk siap dan kuat menjalani hidup di alam bebas. Demikian halnya kampoeng semar dibuat dibangun bukan untuk gagah gagahan bukan sebatas membuat suatu menara gading namun kembali ke jati diri semar yaitu sebagai sang pamomong.

Empati peka peduli dan bela rasa akan hidup dan kehidupan yang ditularkan yang disharingkan. Bukan sekedar mencari kejayaan dg jalan pintas cara cara curang dsb. Tentu semua itu akan menjadi slilit kehidupan. Bagi kampoeng semar cara cara sederhana cara cara kaum papa sudra yg dg tulus bisa bertahan hidup dan memberi kehidupan ini yg digerakkan. ” Sak Anane Sak Isane Iso Kanggo Urip lan Nguripi”.

Hidup dan kehidupan menjadi perhatian yang pertama dan utama karena manusia inilah sebagai mahkluk mulia dari segala kehidupan. Karya karya seni pemikiran perkataan perbuatan yg berguna bagi hidup dan kehidupan agar semakin manusiawinya manusia ini yang menjadi acuan atau landasan gerak kemanusiaan. Ketulusan hati kerelaan berkorban memang berat menghayati hidup tanpa pamrih untuk tdk mencari panggung dan tidak mengharap tepuk tangan.

Spirit kampoeng semar adalah ” Semeleh” atau menerima dan mampu berdamai dalam bernagai situasi. Ini bukan sikap pasrah bukan pula putus asa melainkan ini sikap untuk berani menyangkal diri yg sarat tipu daya kepura puraan keserakahan dan merasa paling dalam segala hal. Kejumawaan sumber petaka.

Karena dari apa yang ada bersama melangkah bagi penyiapan diri keluar susuh menjadi fighter yg siap nggetih membangun oeradaban dan berjuang untuk semakin manusiawinya manusia. Nguwongke itulah spirit kampoeng semar yang terus digelorakan bukan bagi koleksi puja puji atau diterima di sana sini namun spirit kebersamaan kemanusiaan ketulus hatian.

Berani jujur untuk berjuang bersama dan memang wajib menjauhi sikap kucing kucingan apalagi saling tikam antar sesama. Tak gentar atas hinaan ejekkan bahkan dimarginalkan kekuasaan sekalipun krn kalau benar dalam ketulusan maka fox populi itu benar benar fox dei.

Suara rakyat adalah suara Tuhan. Tentu bukan pembenaran2 ttp kebenaran kwjujuran ketulushatian kepekaan kepedulian bela rasa kepada sesama yg menderita. Rabindranath tagore menuliskan :

sajroning turu aku ngimpi yen urip iku kabungahan.
Sajroning tangi aku meningi yen urip iku kuwajiban
Sajroning tandang kuwajiban aku meningi kabungan

Hidup itu harapan namun untuk mewujudkan harapan menjadi kenyataan kewajiban harus dilakukan untuk mencapai kebahagiaan. (Brigjenpol.Crishnanda DL)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *