oleh

Jenderal Bintang Lima yang Gagah dan Hebat Itu Ternyata Tubuhnya Penuh Kusta

-Komunitas-424 views

POSKOTA.CO – Apakah anda pernah melihat atau mendengar seorang jenderal perang bintang 5 yang hebat, gagah, saat membuka pakaian dinas di kamarnya ternyata seluruh tubuhnya penuh dengan penyakit kusta?

Naaman orangnya. Jenderal gagah perkasa, panglima tentara Aram, memiliki pengaruh besar, terhormat, pemberani, kuat, selalu menang dalam peperangan. Namun penyakitnya tidak terobati, Kusta.

Pada zaman Perjanjian Lama, seorang yang menderita penyakit Kusta harus diasingkan, tidak boleh bergaul dengan masyarakat. Mengapa? Karena penyakit ini dapat menular, najis, dan dianggap sangat berbahaya.

Sedangkan pada zaman itu dokter dan obatan belum ada. Mereka harus dijauhkan dari kota atau pemukiman warga, ditempatkan di daerah terpencil, khusus utk orang KUSTA. Dapat kita bayangkan bagaimana hebatnya Naaman dalam pertempuran.

Senantiasa menang atas musuh2nya. Di puja2 oleh rakyat, dan dielu2kan, ketika pulang dari peperangan. Kalau saja Naaman hidup pada Era Digital saat ini, maka semua media sosial, koran, televisi dibelahan bumi ini akan mengeksposnya. Namanya pasti terkenal.

Mungkin akan dijuluki “Naaman Jenderal Bintang Lima Tanpa Tandingan Sepanjang Massa.” Naaman sangat disayangi oleh tuannya. Tapi siapa yang menyangka, dibalik keberhasilan dan kesuksesannya itu hatinya selalu pedih sehabis perang? Selalu perang di menangkannya, tapi penyakitnya tetap tidak bisa dimenangkan? Sukacitanya hilang, karena setiap membuka baju perang di kamar, tampak kulitnya memutih, bersisik, Kusta!

Ada yang disembunyikannya dibalik pakaiannya, tersembunyi didalam, namun orang tidak tahu. Ada borok, Kusta yang berbahaya.
Berapa banyak orang kita lihat di muka bumi ini sukses seperti jenderal Naaman ini? Berhasil dalam karier, berpangkat, nama terkenal, dsb…Tapi hatinya masih KOTOR…? Banyak hal2 NAJIS tersimpan disana yang belum sembuh?

Naaman akhirnya sembuh dari penyakit kustanya, karena bersedia membuka bajunya dan membenamkan diri di sungai Yordan yg kotor. Hanya satu kunci kesembuhan dan dipulihkan oleh Tuhan dari segala kenajisan dan kekotoran hidup, harus terbuka di hadapan-NYA. Kita mengakui segala dosa2, buka segala kekotoran hati, jangan ada yang disimpan, tetap rendah hati seperti Naaman. Pertanyaannya, apakah kita rindu untuk disembuhkan dari penyakit? Atau senang dengan KUSTA? Atau merasa kita tidak perlu Tuhan?

Ilustrasi

Naaman menyadari, bahwa PANGKAT BINTANG 5 yg disandangnya, kegagahan, kehebatan di medan perang, nama yang populer, dan segudang julukan lainnya adalah SIA2 tanpa SEMBUH DARI PENYAKIT KUSTA.

Untuk apa Naaman memperoleh semua isi dunia ini, jikalau penyakitnya tidak sembuh? Untuk apa kita memperoleh SEISI DUNIA, sedangkan NYAWA kita hilang? Dengan apa mengganti nyawa yang HILANG?

Tuhan tidak bisa disuap dengan uang kita, ditakuti dengan PANGKAT BINTANG 5 supaya nyawa tertolong. Dia adalah RAJA DI ATAS SEGALA RAJA, jauh lebih PERKASA dari Naaman yg hanya manusia biasa.

Raja Salomo berkata:
“Jalan kehidupan orang berakal budi menuju ke atas, supaya ia menjauhi dunia orang mati di bawah.” Hanya 2 jalan manusia, KE ATAS ATAU KE BAWAH.

Kita tinggal memilihnya. Hidup ini adalah pilihan. Naaman memilih jalan yang menuju KE ATAS. Karena dia menyadari, kesuksesan itu hanya sementara. Dan bagi orang yang menuju dunia orang MATI, SEGALA CARA DIHALALKAN DEMI KESUKSESAN. Semuanya itu SIA-SIA, kata Raja Salomo.

Naaman menyadari, bahwa suatu kali nanti PANGKAT BINTANG 5 nya pasti ditinggalkannya, pujian baginya tidak terdengar lagi, segala popularitas tinggal kenangan. Dan Naaman akan menghadap RAJA DI ATAS SEGALA RAJA, tanpa membawa apa2. Oleh karena itu, ia tinggalkan penyakit kustanya, mandi membersihkan diri di sungai Yordan, dan sembuh. Lalu Naaman berjalan MENUJU KE ATAS bukan ke DUNIA ORANG MATI DIBAWAH. #TETAPSEMANGAT #TETAPMEMANDANGKEATAS.

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *