oleh

Inspirasi Kartini

POSKOTA.CO – Kartini bukan profesor, bukan doktor bahkan bukan sarjana dan akademisi. Kartini seorang wanita yang hidup di era kolonial di dalam budaya feodal. Cita cita dan keinginannya kandas karena budaya yang membelenggunya.

Namun ia berani mendobrak pandangan bahwa perempuan sebagai ” konco wingking” atau pelengkap penderita. Kartini menulis surat kepada sahabatnya yang berpandangan moderen yang memberi inspirasi bahwa ” wanita pandai cerdas dan setara dengan kaum lelaki itu bukan dosa dan bukan sekedar untuk penghias sangkar emas apalagi dijadikan bolo dupak”.

Keluarga Abendanon menemukan Kartini sebagai Rajawali bukan sekedar ayam kampung. Keberaniannya, kecerdasannya, mimpinya, pengorbanannya untuk mencerdaskan kaumnya. Walau cara sederhana dalam karya dan usia yang singkat namun buah dari inspirasi Kartini abadi sepanjang sejarah.

Kartini tidak mendidik perempuan perempuan profesional yang ahli di segala bidang, namun jasanya dikenang dan terus hidup bagi peradaban bangsa. (cdl) Cikoko 17 pebruari 2021

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *