BOGOR-Direktur Kelembagaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Prof. Dr. Muhammad Najib, S.TP., M.M. menekankan pentingnya menjadikan kampus lebih berdaya dan berdampak langsung kepada masyarakat, dunia industri dan usaha, serta mendukung ekosistem riset dan inovasi untuk pembangunan nasional.
“Ini penting mengingat visi Kemdiktisaintek menjadikan pendidikan tinggi, ilmu pengetahuan dan teknologi yang berdampak, inklusif, dan adaptif untuk membangun fondasi transformasi sosial dan ekonomi berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya dalam “Journalis Bootcamp Dikti 2025” saat menyampaikan pemaparan acara dengan tema “Sinergi Dikti dan Media untuk Kampus Berdampak” di Hotel Bigland, Bogor (06/12/2025).
Menurut Prof. Najib, gerakan Kampus Berdampak merupakan bentuk aktualisasi nilai-nilai luhur Ki Hadjar Dewantara, yaitu “Dengan ilmu kita menuju kemuliaan, dengan amal kita menuju kebajikan.” Artinya ilmu pengetahuan harus dihidupkan dan berdampak dalam tindakan nyata, tidak sekadar disimpan dalam buku atau peringkat akademik.
Para ilmuwan harus hadir di tengah masyarakat sebagai suluh peradaban, menerangi jalan, menyatukan harapan, dan menjadi ruang bagi tumbuhnya perubahan. Kampus yang berdampak tidak hanya menghasilkan lulusan, publikasi, ranking global, tapi juga kampus yang mentransformasi ilmu kedalam kehidupan nyata yang menjadi permasalahan di masyarakat.
Dengan demikian peran kampus diharapkan menjadi pusat solusi yang nyata ketika masyarakat menghadapi satu masalah. Disamping itu kampus diaharapkan dapat menjadi motor inovasi sosial dan ekonomi berkelanjutan serta dapat menjadi mediator kolaborasi antar pihak.
Program Unggulan Kampus Berdampak
Ditjen Dikti sendiri telah menyiapkan berbagai program unggulan Kampus Berdampak yang telah diluncurkan secara resmi beberapa waktu lalu. #KampusBerdampak adalah gerakan bersama untuk menautkan ilmu dengan aksi, riset dengan kebutuhan nyata, dan pembelajaran dengan pemberdayaan.
Di seluruah Indonesia kampus-kampus akan terus digerakan untuk menjadi simpul transformasi sosial: membangun desa yang tertinggal, memberdayakan UMKM, merawat lingkungan yang rapuh, serta menyiapkan generasi muda yang tidak hanya pintar, tetapi juga tangguh, peduli, dan berdaya saing.
Ditjen Dikti juga telah menjalankan program strategis untuk pendidikan kedokteran dan kesehatan transformatif yang akan melibatkan lintas direktorat pada Ditjen Dikti. Ditjen Dikti memfasilitasi pembaruan Komite Bersama Kemdiktisaintek dan Kemkes sebagai wadah kolaborasi dan sinergi sektor pendidikan dan pelayanan, yang akan menyusun berbagai kebijakan turunan dari UU No/17/2023 tentang Kesehatan, road map pendidikan kesehatan transformatif dan pendidikan kesehatan yang bebas kekerasan.
Sistem Kesehatan Akademik juga menjadi strategi prioritas dalam memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan sesuai kebutuhan distribusi di wilayah (termasuk daerah 3T), sekaligus sebagai model kolaborasi berdampak yang telah diimplementasikan oleh perguruan tinggi, rumah sakit pendidikan, industri, masyarakat dan pemerintah daerah.
Prof. Najib menambahkan, Kampus Berdampak merupakan upaya pembentukan karakter mahasiswa intelektual yang membumi. Berbagai program unggulan sebagai keberlanjutan program MBKM, terutama penguatan kontribusi mahasiswa yang berdampak langsung pada masyarakat, dunia usaha dan industri, serta riset dan inovasi terus dilakukan.
“Mahasiswa ini adalah insan-insan unggul di dalam bidang akademik yang tentu saja pada saat yang penuh dengan dinamika saat ini, tidak cukup mereka hanya unggul dalam bidang akademik. Tapi mereka juga harus memiliki ketangguhan dalam menghadapi perubahan zaman. Juga harus memiliki mahasiswa yang memiliki intelektualitas yang membumi,” ujar Najib.
Kampus Dapat Memberikan Kontribusi Nyata
Inilah komitmen kita, ingin menjadikan kampus sebagai pusat pembentukan karakter, kreativitas, dan juga kontribusi nyata dari mahasiswa, khususnya kepada masyarakat, dunia usaha, dan juga dunia pengembangan ilmu pengetahuan. Kemdiktisaintek ingin agar para mahasiswa ini dalam program kampus dan dampak dapat memberikan kontribusi nyata, sehingga tercipta mahasiswa yang dibekali intelektualitas yang membumi.
Berbagai program unggulan sebagai keberlanjutan Program MBKM, terutama penguatan kontribusi mahasiswa yang berdampak langsung pada masyarakat, dunia usaha dan industri, serta riset dan inovasi. Mahasiswa akan terus didorong agar terjun langsung membangun desa, memberdayakan UMKM, mengelola lingkungan, meningkatkan literasi digital, serta memperkuat peran perempuan dan anak.
Penguatan kolaborasi dengan dunia usaha dan industri diantaranya melalui Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW), yang menumbuhkan semangat kewirausahaan berbasis inovasi dan teknologi. Program ini telah melahirkan ribuan usaha rintisan baru yang menjadi motor penggerak ekonomi kreatif nasional.
Program Magang Berdampak merupakan kelanjutan dari Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB) juga akan membuka ruang bagi mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman langsung di dunia kerja, memperkuat keterampilan profesional, dan membangun jejaring industri. Belmawa juga akan menjadi focal point untuk berbagai program yang mendukung kampus bebas kekerasan (implementasi Permendikbudristek No.55/2024) dan penguatan pendidikan inklusif.
Transformasi Tata Kelola Perguruan Tinggi
Prof. Najib juga menyampaikan bahwa Direktorat Kelembagaan (Ditbaga) akan terus memperkuat gerakan Kampus Berdampak dengan mendorong transformasi tata kelola perguruan tinggi yang lebih otonom dan akuntabel, antara lain melalui program hibah revitalisasi PTS untuk penguatan sarana, prasarana, dan akreditasi; dan program penguatan otonomi politeknik. Saat ini sekitar 60 persen program hibah revitalisasi diberikan untuk PTS.
Sedangkan kepemimpinan akademik kampus akan diperkuat melalui academik leadership training, sementara internasionalisasi kampus didorong melalui program Kampus Berdampak Internasional, insentif going global, dan beasiswa KNB. Inovasi perguruan tinggi juga akan ditingkatkan melalui Kompetisi Kampus Berdampak.
“Kita juga mendorong agar kampus itu memiliki dampak tidak hanya bersifat lokal, tapi juga memiliki potensi untuk go global. Kita ingin memberikan Indonesia ini sebagai salah satu kekuatan dunia juga bisa memberikan kontribusi pada pembangunan internasional,” tutupnya. (fs)







Komentar