oleh

Maknai Ramadan dengan Zakat, Dosen IPB Univesrsity Tekankan Efektivitas dan Dampak Kesejahteraan

BOGOR – Zakat tidak hanya dipahami sebagai kewajiban material, tetapi juga sebagai ibadah yang menyucikan harta dan jiwa. Pada bulan Ramadan, zakat fitrah menjadi bentuk kepedulian sosial agar kebahagiaan Idulfitri dapat dirasakan secara lebih merata, termasuk oleh masyarakat kurang mampu.

Dosen Ilmu Ekonomi Syariah Laily Dwi Arsyianti dari IPB University menjelaskan, perkembangan teknologi digital mendorong transformasi dalam pengelolaan zakat. Inovasi seperti pembayaran zakat secara daring memudahkan masyarakat dalam menunaikan kewajiban serta meningkatkan efektivitas pengumpulan dan distribusi dana zakat.

Beberapa lembaga zakat juga bekerja sama dengan muzakki di sektor pertanian untuk menyediakan beras dan sembako yang kemudian disalurkan kepada mustahik. Inovasi lain seperti ATM beras memungkinkan penerima zakat mengambil bantuan sesuai kebutuhan, sehingga meningkatkan efisiensi dan transparansi.

Salah satu contoh inovasi dilakukan oleh Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Al Hurriyyah IPB, yang menyediakan sistem pemotongan zakat langsung melalui rekening payroll bagi para muzakki. Lembaga ini juga memberikan laporan penyaluran dana sebagai bentuk transparansi.

“Untuk memudahkan mustahik, tersedia pula fasilitas ‘ATM beras’ sehingga mereka dapat mengambil zakat sesuai kebutuhan. Inovasi ini dihadirkan guna meningkatkan efisiensi, transparansi, serta memperkuat dampak zakat bagi kesejahteraan umat,” kata Laily Dwi Arsyianti, melalui rilis yang diterima media ini, Selasa (17/3/2026).

UPZ IPB bekerja sama dengan Masjid Al Hurriyyah IPB untuk mengadakan berbagai program penggalangan dana seperti infak buka puasa, sahur, zakat fitrah, dan zakat mal. Program tersebut juga bertujuan meningkatkan literasi zakat di kalangan civitas akademika dan masyarakat luas. (*/yopy)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *