oleh

Usai Dilepas Polda Metro, Ravio Minta Polisi Usut Peretas WhatsApp

POSKOTA.CO – Setelah 33 jam sejak tanggal 22 April 2020 pukul 21.00 WIB ditangkap dan diperiksa oleh Polda Metro Jaya, Ravio akhirnya dibebaskan Jumat pagi sekitar pukul 08.30 WIB dengan status sebagai saksi

Koalisi Tolak Kriminalisasi dan Rekayasa Kasus (Katrok) membenarkan pegiat demokrasi Ravio Putra telah dibebaskan oleh pihak kepolisian pada Jumat (24/4/2020) pagi.

“Dia dibebaskan setelah diperiksa selama 33 jam oleh penyidik,” kata Mantan Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta, Alghiffari Aqsa sebagai perwakilan Katrok kepada wartawan.

Aqsa menyampaikan, pihaknya berterima kasih atas dukungan publik yang terus menyuarakan dan meminta Ravio Putra dibebaskan.

“Bebasnya Ravio tentu atas upaya dan dukungan bersama publik di Indonesia. Gerak cepat bersama menjaga kawan-kawan yang dikriminalisasi sangat terasa dan sangat berarti,” ujarnya.

Aqsa menduga, penangkapan Ravio Putra berkaitan erat dengan kritik-kritik yang kerap disampaikan oleh Ravio di media sosial ataupun di media online.

“Kritik yang terakhir sering dilancarkan Ravio adalah terkait kinerja dan konflik kepentingan Staf Khusus Presiden dan pengelolaan data korban Covid-19,” katanya.

Atas dasar itu, mereka meminta presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk bertindak tegas dan menghentikan segala hal upaya tindakan teror kepada warga negara yang kerap bersikap kritis.

Dia berharap, Kepolisian harus bersikap profesional dan menghentikan kasus atau tuduhan terhadap Ravio.

Penangkapan Ravio menurutnya sebagai cermin tindakan teror dan represifi kepada warga negara yang dianggap kritis. Kasus Ravio bisa mengancam siapapun yang kerap bersikap kritis.

“Praktik teror dan represif ini sangat berbahaya, bukan hanya mengancam Ravio, tapi bisa dikenakan pada siapa pun yang kritis dan menyuarakan pendapatnya,” jelasnya.

Kepolisian juga agar membongkar siapa yang meretas akun WhatsApp milik Ravio Putra sehingga dapat menyebarkan pesan yang bersifat provokasi.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya mengakui telah menangkap Ravio Putra, anggota Open Government Partnership Steering Committee (OGP SC), Rabu (22/4/2020).

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan dia ditangkap di kawasan Jalan Gelora, Menteng, Jakarta Pusat karena diduga menyebarkan berita yang mengandung kebencian, keonaran dan kekerasan. (r)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *