oleh

Nota Pembelaan Fikri Salim Dinilai JPU Mengaburkan Fakta

POSKOTA.CO – Nota pembelaan penasihat hukum terdakwa Fikri Salim dinilai jaksa penuntut umum (JPU) tidak relevan dan berusaha mengaburkan fakta persidangan. Jaksa tetap meminta majelis hakim untuk menjatuhkan hukuman yang berat.

“Kami sengaja membuat dakwaan berlapis karena yakin terdakwa Fikri Salim melakukan beragam tindak pidana dalam kasus ini,” kata Jaksa Penuntut Umum Heriyadi saat membacakan tanggapan (replik) atas nota pembelaan penasihat hukum Fikri Salim di Pengadilan Negeri Bogor, Rabu (10/2/2021).

Dijelaskan JPU Heriyadi, fakta persidangan atas saksi-saksi merupakan potongan-potongan kejadian sebenarnya yang terjadi. Panitera pun mencatatnya dan bisa dinilai dengan objektif oleh majelis hakim.

Terkait materi Pasal 5 KUHAP, bahwa terdakwa memiliki hak untuk ingkar. Namun keterangan saksi yang diingkari terdakwa justru telah memberatkan terdakwa karena menolak kesaksian

Apalagi kesempatan mengajukan saksi yang meringankan terdakwa tidak dilakukan penasihat hukumnya. “Jadi kesaksian yang kami ajukan sudah sangat memadai,” ujar JPU Heriyadi.

Selain itu, terdakwa Fikri Salim sudah pernah dihukum dan memilik kekuatan hukum tetap dengan keluarnya keputusan kasasi Mahkamah Agung (MA) pada 26 Januari 2021 yang menguatkan putusan PN Cibinong atas kasus pidana tindak pidana pencucian uang.

“Ini menunjukkan bahwa penasihat hukum tidak cermat dalam membela dengan menyatakan bahwa terdakwa belum pernah dihukum. Padahal sudah ada keputusan inkrah atas terdakwa,” tegas JPU.

Selain itu JPU menilai, penasihat hukum terdakwa mengaburkan fakta hukum yang ada sehingga bisa membuat majelis hakim mengambil keputusan yang tidak adil.

“Kami menolak pembelaan penasihat hukum terdakwa dan meminta majelis hakim memutuskan dengan seadil-adilnya,” tandas Heriyadi.

Ketua Majelis Hakim Arya Putra Negara kemudian menanyakan Rahmat Selamat, penasihat hukum terdakwa, apakah akan menanggapi tanggapan JPU. Rahmat menjawab, ya. (omi)

 

 15 total views

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *