POSKOTA.CO – Pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) yang melanda dunia termasuk Indonesia, memberi dampak sangat signifikan di berbagai bidang kehidupan. Tak kecuali tingkat kriminalitas pun semakin meningkat, akibat imbas Covid-19. Segala cara untuk mendapatkan uang dengan cara-cara yang bertentangan dengan hukum. Demikian pun peredaran narkoba oleh para bandar semakin menjadi-jadi, hal ini dimanfaatkan betul-betul oleh mereka.
Ditegaskan Jefry Tommy Tambayong SH, pengedar narkoba selalu melihat celah dalam situasi apa pun, terlebih dengan pandemi Covid-19. Namun kita tetap bersyukur bahwa dengan Covid-19 ini banyak sekali barang-barang yang tidak bisa masuk dari luar negeri. Artinya barang jarang, cuma barang di Indonesia mungkin masih banyak. Tapi sekarang banyak peredaran itu melalui online.
“Saya yakin, BNN dengan polisi terus bergerak walaupun mereka ada standar Covid-19 dan penanganan ini, tapi mereka terus bergerak dan terus ada penangkapan bandar-bandar narkoba. Mereka tetap semangat tapi dengan protokoler yang sedang dijalankan saat ini,” kata Ketua Umum Forum Organisasi Kemasyarakatan Anti-Narkoba (FOKAN) kepada POSKOTA.co, Sabtu (9/5/2020).
Dijelaskan Jerry, menyikapi pandemi Covid-19 hingga saat ini, bagi para bandar narkoba yang semakin merajalela. Motif bandar adalah untuk fokus bagaimana untuk mendapatkan uang. Jadi, mereka pun tidak melihat apa yang terjadi saat ini, yang penting bagaimana caranya dapat uang.
“Jadi diperlukan kesadaran masyarakat bahwa masalahnya bukan hanya Covid-19, termasuk peredaran narkoba pun menjadi perhatian kita bersama. Karena kenaikannya sangat signifikan, kita harus bersama untuk perang terhadap hal ini,” tegasnya.
Di sisi lain Jery Tambayong menjelaskan, walaupun tempat-tempat hiburan tutup, sekali lagi pemahaman masalah narkoba ini harus benar-benar dibumihanguskan. Selama pasar itu ada, tempat hiburan boleh tidak ada, tapi mereka bisa alihkan di rumah maupun di mana saja. Kebutuhan tetap sama, yang mengonsumsi pun demikian.
Akibatnya, kata Jefry, tingkat kriminalitas meningkat karena Covid-19. Tapi dirinya yakin, lihat kesigapan petugas TNI dan Polri bergandengan tangan.
“Tentu ini dibutuhkan peran serta masyarakat, jangan takut melapor kalau ada suatu hal yang mengkhawatirkan, dan harus ada hubungan yang baik sesama tetangga, RT, RW untuk menangani masalah kejahatan ini, peredaran narkoba dapat diatasi bersama,” urainya.
Sebagai Ketua Umum Gerakan Mencegah daripada Mengobati (GMDM), Jefry Tambayong berharap, bersama-sama menang terhadap penyalahgunaan narkoba, harus tegas hukum di narkoba. Kalaupun hukuman mati jangan terlalu lama. Kalau memang sudah inkrah dan sudah upaya hukum selesai supaya tidak ada mata rantai lagi narkoba penjara-penjara benar-benar diperketat supaya jangan sampai ada handphone bisa masuk ke dalam penjara atau apa pun yang sifatnya bisa terjadi transaksi.
“Oleh sebab itu pembinaan melekat para pejabat semakin kuat, dan memberikan penghargaan bagi mereka yang bisa menangkap para bandar narkoba dan membongkar jaringan besar narkoba dalam lapas. Dan polisi juga diberikan penghargaan bila bisa memutus mata rantai pengedaran narkoba,” pintanya. (lian tambun)







Komentar