oleh

Fikri Salim dan Rina Yuliana Dituntut 18 Tahun dan 15 Tahun Penjara

POSKOTA.CO – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Cibinong, Bogor menuntut terdakwa Fikri Salim dalam kasus Tindak Pidana Pencucian uang (TPPU) dan penggelapan dana milik PT Jakarta Medica Center (JMC) hukuman 18 tahun penjara.

Jaksa Anita Dian Wardani menyatakan, terdakwa Fikri Salim terbukti melakukan TPPU dan penggelapan dana milik PT Jakarta Medica Center. Selain menuntut hukuman 18 tahun penjara ditambah denda Rp5 miliar atau subsider enam tahun penjara.

“Saudara Fikri Salim terbukti telah melakukan tindak pidana melawan hukum yang secara bersama-sama yang merugikan perusahaan PT JMC tempat dulunya bekerja mencapai Rp33 miliar. Menuntut terdakwa dengan hukum 18 tahun penjara denda Rp5 miliar,” kata Jaksa Anita dalam tuntutannya di PN Cibinong Kelas IA Kabupaten Bogor, Rabu (3/2/2021).

Menurut Jaksa, terdakwa Fikri Salim terbukti dalam aksinya menggelapkan dana puluhan miliar dibantu 27 karyawan PT JMC lainnya yang kini juga telah mendekam di balik jeruji besi. Selain itu, dalam kasus perkara lain terdakwa Fikri Salim juga terbukti menggelapkan dana senilai Rp557,5 juta untuk pembangunan ruko di Jalan Raya Puncak Desa Cisarua, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor.

“Untuk pembangunan ruko di kawasan Cisarua Puncak Bogor, yang mana saksi Dokter Luki Azizah selaku pemilik PT JMC mengalami kerugian materi bernilai Rp1 miliar. Pembangunannya sampai kini belum selesai dan perizinan IMB tak kunjung diurus,” ujarnya.

Sementara itu, Jaksa Tri Antoro yang juga membacakan tuntutan kepada terdakwa Rina Yuliana dinyatakan terbukti menerima uang melalui empat kali transfer ke rekening pribadi terdakwa maupun secara tunai dari Fikri Salim dengan total nilai kurang lebih Rp361 juta. Rina Yuliana terbukti bersalah dan dituntut hukuman 15 tahun penjara dengan denda Rp5 miliar atau subsider enam bulan kurungan.

Secara terpisah dalam sidang yang dilakukan secara virtual, kedua terdakwa baik Fikri Salim maupun Rina Yuliana atas mengajukan pembelaan atas tuntutan jaksa. Mendengar tuntutan jaksa 15 tahun penjara, terdakwa Rina Yuliana menangis tersedu-sedu membayangkan nasibnya di balik jeruji besi.

Untuk diketahui, Fikri Salim didakwa melakukan penggelapan sekaligus pidana Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Motifnya dia melakukan klaim bon dan kwintansi palsu melalui Syamsudin yang menjadi direktur keuangan di PT Jakarta Medika. Dana hasil kejahatan ditranfers ke rekening Syamsudin sebesar Rp165 juta, ke rekening Zainudin sebesar Rp50 juta dan ke rekening Rina Yuliana Rp361 juta. Total dana yang digelapkan terdakwa Fikri Salim mencapai Rp577 juta.

Kasus penggelapan ini, menurut JPU Anita, terjadi pada tahun 2019 saat PT Jakarta Medika merencanakan pembangunan rumah sakit di Cisarua Kabupaten Bogor. Saat itu terdakwa menaikkan harga barang keperluan untuk pembangunan gedung tersebut. Selain itu, pengurusan izin yang sebelumnya untuk keperluan izin rumah sakit belakangan berubah menjadi izin hotel. Akibatnya rencana pembangunan rumah sakit menjadi terbengkalai. (omi)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *