POSKOTA.CO-Sekelompak massa mengaku dari Persatuan Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Indonesia (PAMPI), melakukan aksi demo di depan kantor Bea Cukai Batam., Senin (24/10). Mereka menuntut agar Direktorat Jenderal Bea Cukai Republik Indonesia segera mencopot Kepala Kantor Bea Cukai Batam. Pendemo juga meminta Direktur Reserse Umum Polda Kepri untuk menindak oknum Bea Cukai Batam didapati melakukan pungli.
Tuntutan pencopotan Kepala Kantor Bea Cukai Batam ini diminta gegara adanya temuan dari PAMPI terkait dugaan pungli dilakukan oleh oknum Bea Cukai Batam. Dugaan pungli yang dimaksud adalah penerimaan sejumlah uang oleh oknum dari para penyeludup yang beroperasi di beberapa pelabuhan tikus wilayah Batam.
Aksi demo PAMPI ini persis dilakukan didepan pintu masuk Kantor Bea Cukai Batam di kecamatan Batu Ampar Batam. Sampai aksi selesai dilakukan, tidak satupun terlihat pejabat Bea Cukai Batam menemui pendemo.
Koordinator aksi demo Ari Ramadhan mengatakan, awalnya PAMPI mendapatkan data dan informasi dari awak media, selanjutnya mereka melakukan pengecekan suai informasi didapat.
“Jika pihak Bea Cukai Batam tidak merespon, kita akan datamg minggu berikutnya dengan massa yang lebih banyak lagi, ” ancam Ari Ramadhan.
Merespon aksi demo mahasiswa, Kepala Bimbingan Keparutan dan Layanan Informasi Kantor Bea Cukai Batam, M Rizki Baidilla menjelaskan kepada POSKOTA CO- , Senin (24/10), pihaknya sedang mendalami informasi yang disuarakan oleh para pendemo.
“Kita berharap pihak-pihak yg di rugikan atau yang mengalami hal tersebut untuk melaporkan ke kita , untuk menguatkan dugaan tersebut, ” harap Rizki.
Jadi silahkan untuk datang , lanjut Rizki, lengkapi dengan bukti, siap kita verbalkan, lalu ditindak lanjuti.
” Hal dugaan seperti ini, sudah biasa terdengar. Biasa kalo abis nangkep, diikuti banyak isu, ” tutup Rizki.
Informasi yang didapat, pelabuhan tikus (pelabuhan tidak resmi) di Batam kerap sekali digunakan oleh para penyeludup untuk masuk dan keluar barang seperti elektronik, pakaian bekas, hand phone ilegal dan mikol. Ini dilakukan untuk menghindari pajak. (ferry/fs).







Komentar