oleh

UMKM Indonesia Membuka ‘House of Handicraft’ di Tokyo

TOKYO – Keberadaan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang tengah digalakkan pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden RI Probowo Subianto baik dalam negeri maupun luar negeri ternyata mendapatkan sambutan positif dari Jepang salah satunya Toyota Motor Corporation (TMC) sebagai tuan rumah UMKM Indonesia di Jepang.

“Kehadiran atau keberadaan UMKM Indonesia di luar negeri khususnya Jepang melalui TMC yang menyiapkan tempat atau ‘House of Handicraft Indonesia’ di Tokyo (HHT) merupakan percontohan pengembangan UMKM di luar negeri,” kata Duta Besar Indonesia untuk Jepang Heri Akhmadi, didampingi pimpinan Toyoya Motor Corporation Hanma Hideaki, Atase Perdagangan Merry Indriasari, serta dua staf Kedubes Indonesia di Jepang, Bagus dan Andy saat meresmikan HHT, sebagiamana dikutip dari keterangan tertulis yang didapat POSKOTAONLINE.COM, Minggu (18/5/2025).

Adanya UMKM Indonesia di Tokyo, Jepang tentunya menjadi contoh, membangkitkan dan memperluas jaringan pasar di luar negeri serta memberikan semangat pelaku usaha di UMKM di Indonesia memperkenalkan produk tanah air ke masyarakat di Jepang.

Paling tidak kehadiran HHT di Tokyo dapat dijadikan anchor atau jangkar percontohan bagi UMKM di negara lain, ujarnya sehingga hasil produksi kerajinan Indonesia lebih banyak dikenal di dunia selain di Jepang. “Semoga kegiatan ini memberikan manfaat yang luas bagi semua pihak yang terlibat dan semakin baik dari hari ke hari,” tutur Heri Akhmadi sembari berharap mendatang akan muncul pasar lain melalui HHT yang dilakukan UMKM.

Sedangkan, Pimpinan TMC Honma Hideaki memuji upaya menjadikan HHT sebagai rumah bersama para UMKM Indonesia di Jepang. “Ini sebuah inisiatif yang sangat baik sehingga produk handicraft Indonesia dapat masuk dengan lebih mudah lagi ke Jepang setelah ada semacam toko pusat handicraft Indonesia ini (HHT),” katanya.

Kegiatan peresmian HHT ini dihadiri sekitar 50 pengusaha UMKM Jepang, pengusaha Indonesia di Jepang serta ahli Indonesia warga Jepang yang sangat mencintai Jepang di samping beberapa pejabat Jepang.

Kantor atau toko bersama para UMKM Indonesia atau HHT, imbuh Richard Susilo, salah satu pimpinan HHT, merupakan aalah satu tempat memasarkan produknya ke pasar internasional atau global lewat Jepang akan lebih mudah bertransaksi karena tidak ada masalah dengan Bea Cukai Jepang. “Nama dan citra UMKM Indonesia pun semakin bersinar dan diakui keberadaannya di pasar internasional karena memiliki kantor di Jepang,” ujarnya. (*/anton)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *