oleh

Prediksi Risiko Gangguan Saraf, Prodia Layani Pemeriksaan NEUROgenomics

POSKOTA.CO – Kemajuan teknologi di bidang biomolekular yang dipicu oleh proyek genom pada manusia yang berimbas kepada semakin majunya perkembangan diagnostik di dunia.

Arah dunia kedokteran tidak lagi kuratif tetapi lebih ke hulu, yaitu pengobatan prediktif (predictive medicine). Setelah sebelumnya meluncurkan berbagai tes bersifat prediktif seperti CArisk, DIArisk, VASCULArisk, IMMUNErisk, Prodia Wellness Genomics, Prodia Bone Muscle and Joints Genomics, Prodia Nutrigenomics, Skin and Hair Genomics, dan kini Prodia meluncurkan pemeriksaan NEUROgenomics.

Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar, tingkat prevalensi dari penyakit saraf terutama stroke mencapai 15,4 persen dari total populasi di Indonesia. Tingginya prevalensi penyakit saraf di Indonesia memacu PT Prodia Widyahusada Tbk (Kode Saham: PRDA) untuk menyediakan pemeriksaan kesehatan yang mampu memprediksi risiko gangguan saraf berdasarkan profil genetik seseorang atau disebut NEUROgenomics.

NEUROgenomics merupakan pemeriksaan genomik yang digunakan untuk mengidentifikasi kerentanan genetik seseorang terhadap penyakit yang berkaitan dengan gangguan saraf seperti penyakit Alzheimer, Sklerosis Lateral Amiotrofik, Gangguan Bipolar, Epilepsi, Aneurisma intrakranial, Migrain, Sklerosis Ganda, Parkinson, Skizofrenia, dan Stroke. Pemeriksaan ini menganalisis lebih dari 109 varian dan 85 gen.

Product Manager Prodia Trilis Yulianti mengatakan, inisiatif Prodia dalam meluncurkan pemeriksaan NEUROgenomics sejalan dengan komitmen kami dalam mendukung pengobatan generasi baru (next generation medicine) yang bersifat personal, prediktif, preventif dan partisipatori (4P). NEUROgenomics menghitung risiko varian-varian gen yang dipersonalisasi (personalised) sehingga masing-masing individu mengetahui risikonya dan dapat menentukan upaya pencegahan penyakit saraf secara personal.
“Kami berharap pemeriksaan ini dapat menjadi semacam pengingat bagi individu agar lebih termotivasi untuk melakukan upaya pencegahan munculnya penyakit saraf di kemudian hari,” terang Trilis di Prodia Tower Jakarta, Kamis (29/7/2021).

Pada hasil pemeriksaan NEUROgenomics, skor risiko keseluruhan akan memberikan kesimpulan risiko seseorang terhadap suatu penyakit berdasarkan gen yang diperiksakan secara kesuluruhan.

Pemeriksaan NEUROgenomics merupakan pemeriksaan penunjang pengobatan prediktif, yang dapat diperiksa juga oleh keluarga pasien dengan riwayat gangguan saraf atau memiliki penyakit gangguan saraf dan siapapun yang ingin mengetahui apakah dirinya secara gentik memiliki kerentanan terhadap penyakit saraf.

Pemeriksaan NEUROgenomics dilakukan di Prodia Genome Center yang berlokasi di Lantai 3 Prodia Tower, Jalan Kramat Raya No 150, Jakarta Pusat, namun pengambilan sampel darah dapat dilakukan di semua cabang dan outlet Prodia di seluruh Indonesia. (*/rihadin)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *