oleh

Chris Leong Method Ada di Sini

POSKOTA.CO – Setelah beberapa tahun keluar masuk Indonesia, mondar mandir, memenuhi undangan beberapa tokoh VIP, dan kalangan tertentu yang bermasalah dengan tulang punggung dan leher, Master Chris Leong akhirnya memutuskan buka praktik di Jakarta.

Sebuah ruko di Kelapa Gading menjadi cabang atau gerai flagship pertama di Jakarta, dalam rencana pembukaan lebih banyak cabang di kota kota lainnya – sambil melatih dan melahirkan lebih banyak theraphis yang kompeten di sini.

Master Crish Leong dan timnya dikenal sebagai terapis/ahli tulang terkemuka di Malaysia yang memperkenalkan metode CLM (Chris Leong Method) ‘Tit Tar’ (pengaturan tulang) dalam penyembuhannya.

Metode perawatannya Master Chris Leong mengadopsi ilmu pengobatan tradisional Tiongkok yang menggabungkan bentuk praktik pengobatan tradisional dengan pendekatan medis modern seperti pemanfaatan sinar-X, standar kebersihan yang ketat dan teori-teori biomekanik.

Dia banyak menangani mereka yang mengalami cedera saat berolahraga, cidera otot akibat angkat, dorong dan tarik beban, syaraf kejepit dan masalah lain sebagai dampak kebiasaan buruk saat duduk, tiduran yang berlangsung selama bertahun tahun.

Dampak dari pandemi Covid-19 juga memaksa banyak orang untuk bekerja dari rumah, menyebabkan berkurangnya kegiatan fisik. Salah posisi duduk atau tiduran bisa bedampak pad otot tertentu.

“Duduk di depan komputer selama jangka waktu yang lama, dengan posisi yang tidak benar menurut struktur tulang, meningkatkan risiko kondisi muskuloskeletal seperti leher dan sakit punggung bawah. Hal ini semakin menurunkan kualitas hidup jika tidak ditangani, ” tutur Stephy Ng, Direktur Operasional CLM yang mengelola cabang Kelapa Gading ini.

“Jika Anda mengalami sakit dan nyeri selama lebih dari beberapa hari, Anda harus mencari perawatan dari praktisi yang berkualifikasi – karena ketidak-nyamanan yang tidak terdiagnosis dapat menyebabkan masalah kronis jika tidak ditangani, ” tambahnya.

Stephy Ng Mien Ming adalah partner Chris Leong untuk praktik atur tulangnya di Indonesia. Di Malaysia, CLM sudah memiliki lima gerai di Malaysia dengan ratusan terapis yang memberikan layanan pengaturan tulang yang komprehensif untuk memenuhi kebutuhan orang dewasa, manula, dan anak-anak.

Dalam menangani masalah tulang, Chris Leong dan timnya hanya membutuhkan waktu beberapa menit untuk menyembuhkan satu orang pasien, sehingga ia pun bisa menangani puluhan bahkan ratusan pasien dalam satu hari.

“Metodenya, pakai tangan atau pijat. Tidak pakai alat, kalau pakai alat harus pakai tilam atau kasur, ” kata pria 47 tahun ini.

Crish Leong mengaku keahliannya itu berasal dari turun temurun keluarganya dan ia merupakan keturunan ketiga yang menekuni pengobatan tradisional. Untuk memperdalam ilmu kesehatan tradisional, ia juga kuliah di salah satu universitas di China.

Usai kuliah, Chris lebih mendalami lagi ilmu pengobatan tradisional China. Dari situ menurutnya, namanya mulai banyak dikenal.”Gairah melahirkan kebahagiaan, kebahagiaan melahirkan energi positif dan energi positif mempercepat pemulihan, ” katanya.

Gerai CLM (Chris Leong Methode) yang berlokasi di Kelapa Gading ini rencananya akan dibuka resmi Juni 2021 mendatang.

Stephy Ng Mien yang ditemui di ruang praktik CLM di Kelapa Gading menyatakan, rencana pembukaan cabang di Indonesia sudah sejak tahun 2020 lalu. “Kami sudah sewa gedung ini dari tahun lalu dan baru terpakai sekarang, karena ada pandemi Covid, ” katanya.

Stephy menyatakan tanggapan masyarakat Indonesia atas kehadiran CLM sangat antusias. “Begitu kami kami sebar pengumuman CLM mau buka cabang di Indonesia langsung ada seribu respon di facebook,” katanya.

“Pasien datang dari Surabaya Jogyakarta dan Semarang. Bukan hanya Jakarta,” jelasnya.

Selain mengepalai operasional di Kelapa Gading, Stephy Ng bertanggung jawab memperluas gerai CLM ke berbagai lokasi di wilayah Indonesia.

Marketer yang juga instruktur Yoga ini menyatakan, sangat optimis CLM bisa diterima di Indonesia. “Memang biaya tidak murah, ya. Tapi kami juga bantu orang yang tidak punya biaya. Mereka tidak bayar sama sekali. ” katanya. (dms)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *