oleh

Pemeriksaan Dugaan Penyalahgunaan Sumbangan Korban Gempa Belum Tuntas

-Daerah-117 views

POSKOTA.CO – Sekretaris Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Sulteng, Dr Muzakir Tawil, alias Mute hingga kini masih diperiksa Lembaga Pemeriksa Keuangan (LPK) Kwarda Sulteng, menyusul dugaan penyalagunaan sonasi (sumbangan) ratusan juta rupiah untuk korban Gempa, Likuifaksi dan Tsunami Palu, september 2018 lalu.

Seperti diberitakan beberapa waktu lalu, selain soal salah kelola donasi korban gempa, dosen pada salah satu Universitas di Palu itu juga diperiksa LPK terkait proyek kemenpora dan dispora, yakni bantuan pelatihan tanggap bencana 2018 – 2019 senilai 300 juta.

Tentu saja, banyak pihak keheranan membaca berita dugaan korupsi di lembaga kepramukaan di Sulteng itu. “Aduh, anggota Pramuka sudah korupsi juga?,” tanya salah satu akun di Grup WA Media Online, Berita itu lantas ditanggapi oleh pemerhati Pramuka sekaligus ketua Komisi bidang keuangan DPRD Sulteng, Yus Mangun.

Bahkan kini, masalah itu menuai keheranan baru, baik internal Kwarda dan Kwarcab se Sulteng, maupun dari masyarakat luas, lantaran penanganan kasus uang ditangan mantan waka bidang bina anggota dewasa Kwarda Sulteng itu dinilai lamban.

Bagaimana tidak, rencana semula pemeriksaan Mute dilakukan selama 20 hari, terhitung sejak 6 April 2020. Namun, meski pihak Kwarda sudah berikan perpanjangan waktu beberapa kali, tapi sampai saat ini Tim LPK yang beranggotakan tiga orang itu tidak berikan hasil pemeriksaannya kepada Kwarda.

Empat bulan sudah LPK periksa Mute, tapi tak kunjung buahkan hasil. Kenapa demikian, kabarnya ketua LPK masih beri waktu Mute untuk lengkapi dan cocokan dokumen laporan pertanggung jawabannya dengan jumlah uang yang dikelola Mute.

Mute yang dihubungi via whatsaap tidak bergeming. Whatsap permintaan penjelasan soal uang ratusan juta yang tepecah dibeberapa item yang tak disebutkan saat diwawancara, tidak dijawabnya.(tim)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *