PANIAI – Keamanan bukan melulu soal moncong laras senjata yang bersiaga. Di Enarotali, Kabupaten Paniai, Papua Tengah pada Minggu (21/6/2026), Satgas Pamtas Mobile RI-PNG Gobang VIII Yonif 2 Marinir TNI AL membuktikan bahwa menjaga kedaulatan tercapai paling sempurna lewat ketukan hati yang tulus.
Bukan patroli taktis yang menegangkan, para prajurit Korps Baret Ungu ini justru hadir membelah kampung dengan pendekatan humanis. Langkah kaki mereka disambut riuh tawa anak-anak pedalaman. Tak ada sekat, tak ada jarak. Di tengah rute patroli, para prajurit langsung membaur, mendengarkan keluh kesah warga, sekaligus membagikan camilan yang langsung disambut senyum lebar anak-anak Papua.
”Kehadiran kami di sini bukan untuk menakuti, tapi untuk mengayomi. Rasa aman itu harus selaras dengan rasa bahagia di hati masyarakat,” tegas Komandan Satgas Yonif 2 Marinir Letkol Marinir Helilintar Setiojoyo Laksono, S.E, dalam siaran pers yang didapat media ini, Selasa (23/6/2026).
Langkah taktis membumi ini merupakan cerminan langsung dari instruksi Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali. Kasal berulang kali menekankan bahwa prajurit TNI AL harus menjadi solusi, hadir secara profesional namun humanis, demi memperkokoh kemanunggalan TNI dengan rakyat.
Di ujung hari, patroli ini bukan lagi sekadar tugas negara di atas kertas, melainkan sebuah ikatan batin. Di tanah Paniai, nasionalisme tidak hanya diajarkan, tetapi dirasakan langsung melalui pelukan hangat antara sang penjaga kedaulatan dan masa depan Papua. (*/aga)







Komentar