oleh

Menko PMK Tinjau Kesiapan Provinsi Lampung Hadapi Arus Balik Lebaran 2022

POSKOTA.CO – Meteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy meninjau kesiapan Provinsi Lampung dalam menghadapi arus mudik dan arus balik libur lebaran 1443 H/2022 M, pada Rabu tanggal 4 Mei 2022.

Muhadjir yang didampingi oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri BUMN Erick Thohir, Kakorlantas Polri Irjen Pol Firman Shantyabudi, Gubernur Lampung Arinal Djunaidi mengecek dua pelabuhan yang akan menjadi lokasi utama penyeberangan masyarakat ke Pulau Jawa, yakni Pelabuhan Panjang, dan Pelabuhan Bakauheni, Provinsi Lampung.

Peninjauan pertama dilakukan di Pelabuhan Panjang. Di pelabuhan yang berfungsi sebagai pelabuhan bongkar muat dan angkutan logistik, Muhadjir beserta rombongan mengecek kesiapan operasional seperti kesediaan kapal feri tambahan, serta fasilitas untuk masyarakat.

Seperti diketahui, Pelabuhan Panjang telah diputuskan pemerintah untuk menjadi alternatif penyeberangan dari Sumatera ke Jawa. Tujuannya untuk mengantisipasi penumpukan kendaraan pemudik di Pelabuhan Bakauheni pada arus balik nanti.

Mencapai 1,6 juta

Berdasarkan catatan Kementrian Perhubungan, jumlah penumpang yang menggunakan angkutan penyeberangan laut melebihi penumpang di transportasi umum lain. Jumlahnya mencapai 1,6 juta penumpang, baik di Pelabuhan Bakauheni maupun di Pelabuhan Merak.

Kemudian, di Pelabuhan Bakauheni, Menko PMK juga mengecek kesiapan pelabuhan menghadapi lonjakan arus balik masyarakat. Secara umum, Muhadjir menilai dua pintu masuk ke Pulau Jawa itu telah siap menghadapi lonjakan arus balik libur lebaran.

“Saya senang sekali, Bapak Menhub, Pak Kakorlantas, Pak Menteri BUMN, Bapak Gubernur, Kapolda Lampung, semuanya sudah sangat kompak telah menyiapkan dengan sangat baik,” ujar Muhadjir usai melakukan peninjauan, Kamis (5/5/2022).

Kemudian, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyampaikan bahwa puncak arus balik lebaran akan terjadi pada tiga hari terakhir libur lebaran. Karenanya, dia meminta agar masyarakat bisa kembali sebelum puncak arus balik.

“Karena pada tanggal 6, 7, 8 Mei akan terjadi lonjakan penumpang. Saya mohon kepada Pak Gubernur, Kapolda untuk menyampaikan kepada warga untuk mudik lebih awal. Karena itu salah satu manajemen lalu lintas yang harus kita lakukan,” ujar Budi Karya.

Lebih lanjut, Menhub menyampaikan apresiasi kepada jqjaran Pemerintah Provinsi Lampung yang telah menyiapkan Pelabuhan Panjang dengan baik. Menhub juga menyampaikan apresiasi kepada stakeholder di Pelabuhan Panjang seperti PT Pelni dan PT Pelindo yang sudah menunjukan kesiapan yang baik.

Dia berharap agar Pelabuhan Panjang bisa lebih diutamakan untuk mengangkut angkutan logistik.

“Kita harapkan Pelabuhan Panjang itu terutama untuk logistik. Jadi kendaraan logistik tidak ke Bakauheni tapi ke Panjang. Sehingga load dari Bakauheni lebih lega dan bisa berjalan dengan baik,” ucapnya.

Kemudian, Menteri BUMN Erick Thohir menyampaikan, kedepannya akan dilakukan pengkajian ulang pemanfaatan Pelabuhan Bakauheni dan Pelabuhan Panjang untuk penataan yang lebih baik

“Kedepan dari BUMN akan menggambarkan ulang apakah Bakauheni ini akan tetap kita lakukan sebagai pelabuhan penyebrangan mobil motor atau berikut logistik. Hal ini menjadi pertimbangan kita hitung ulang supaya nanti bagaimana kita bisa meningkatkan kualitas pelayanan masyarakat,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Lampung Arinal Djunaidi menyampaikan bahwa pihaknya telah siap menghadapi arus balik lebaran. Dia menyampaikan, fasilitas serta sarana prasarana untuk menghadapi arus balik lebaran sudah tersedia untuk melayani masyarakat.

Kakorlantas Polri Irjen Pol Firman Shantyabudi juga menyatakan pihaknya bersama jajaran Polda Lampung akan memastikan tekanan arus lalu lintas bisa terbagi rata mengingat potensi yang akan kembali ke Jawa juga akan cukup tinggi. (miv/bw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.