KUNINGAN – Komite SDN 1 Gunungsari, Cimahi, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat mengakui, jika pemesanan dan pengadaan material dalam proyek Dana Alokasi Khusus (DAK) 2024, yang sebentar lagi akan digelar pelaksanaan pembangunannya, diperoleh dari luar Kabupaten Kuningan.
Hal tersebut diungkapkan Ketua Komite SDN 1 Gunungsari Dasmat, ketika dikunjungi POSKOTAONLINE.COM, di kediamannya, pada Sabtu (20/7/2024) sore.
Menurut Dasmat, pesanan dan belanja material seperti, semen, besi, dan material lainnya, diorder dari toko material Ciledug Kabupaten Cirebon. “Iya belanja bahan bangunan, yang sekarang sudah terlihat ada di lingkungan sekolah, itu berasal dari toko material Ciledug,” terangnya.
Disinggung mengapa belanja dilakukan dari toko material luar Kabupaten Kuningan, Dasmat mengatakan, pihaknya diberi kepercayaan mengutang dulu, sebelum keuangan DAK dicairkan. “Kami bisa menerima barang material lebih dulu, sebelum keuangan DAK direalisasikan,” jelasnya.
Lebih jauh saat ditanyakan mengenai pengadaan kusen dan mebeler kelas, Ketua Komite ini menyampaikan, untuk kedua item dimaksud (kusen dan mebeler-red), pemesanan dilakukan langsung kepala sekolah. “Untuk kusen dan mebeler itu, dipesan langsung oleh ibu kepala sekolah, tapi kami diberi tahu,” ujarnya.

Terpisah, saat dikonfirmasi melalui sambungan WhatsApp (WA), Kepala SDN 1 Gunungsari Hj.Deswanti SPd mengakui, jika pemesanan untuk kusen dan mebeler ditempuh langsung dirinya selaku kepala sekolah. “Muhun (iya-red),” tulisnya singkat menjawab melalui chat WA.
Kepala Sekolah ini juga menyebutkan, salah satu nama sebagai pihak penerima pesanannya itu. Hanya tidak dilengkapi dengan nama toko material atau alamatnya.
Pada tempat berbeda, menyikapi informasi tersebut, salah seorang warga setempat, yang meminta identitasnya tidak disebut menyesalkan, pemesanan dan belanja material bahan bangunan harus diperoleh dari luar Kabupaten Kuningan. “Sebaiknya pengadaan material bahan bangunan seperti semen, besi, dan lain-lain lebih memberdayakan toko material masih di lingkungan terdekat, misalnya dari wilayah Cimahi atau Cidahu, tidak jauh-jauh mendatangkan dari Ciledug Cirebon,” ucapnya mengkritisi.
Menindaklanjuti kejadian itu, POSKOTAONLINE.COM mencoba menghubungi pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Kuningan, melalui Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan SD Rizal Arif Gunawan SE, MSi. Namun saat hendak dikonfirmasi, sambungan WhatsApp yang bersangkutan (Kabid Pembinaan SD-red) tidak dapat terhubung. (*/cep)







Komentar