oleh

Kapolda Jatim Minta Ulama Madura Edukasi Masyarakat Patuhi Protokol Covid-19

-Daerah-59 views

POSKOTA.CO – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Timur Irjen Pol M Fadil Imran berpesan, agar para ulama bisa membantu menyampaikan ke masyarakat agar tetap mematuhi protokol pencegahan Covid-19. Hal ini sebagaimana upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Tanpa ada dukungan dari ulama dan pengasuh pondok pesantren, saya akan sulit mengatasi persoalan yang ada di masyarakat. Contohnya saja kedisiplinan pada protokol pencegahan Covid-19,” kata Irjen Pol Fadil di hadapan para ulama di Ponpes Syaichona Moh Cholil Bangkalan, Madura, Rabu (24/6/2020).

Menurut Irjen Pol Fadil, masyarakat Madura cenderung lebih mendengarkan arahan dari ulama. Untuk itu, Irjen Pol Fadil berterima kasih atas peran ulama dalam menjaga Jatim tetap kondusif.

“Saya, Pangdam V/Brawijaya, bersama pemprov mohon dukungan bersama-sama menghadapi Covid-19 ini untuk disiplin dalam melaksanakan protokol. Karena jika yang menyampaikan itu ulama, kiai sepuh, para habaib diharapkan mudah diterima masyarakat,” papar Irjen Pol Fadil.

Selain itu, Irjen Pol Fadil juga mempercayakan protokol kesehatan di pondok pesantren pada para kiai. Diketahui, sejumlah pesantren di Jatim kini telah buka kembali dan melakukan aktivitas setelah memulangkan santrinya akibat pandemi Covid-19.

Irjen Pol Fadil juga berpesan para pengasuh ponpes senantiasa menerapkan protokol pencegahan Covid-19. Dia pun siap mendukung jika ada hal yang dibutuhkan.

“Saya siap mendukung, otoritas penuh ada pada pengasuh pondok pesantren, kami siap mendukung. Diskusi saya dengan para ulama adalah bagaimana ini semua dapat produktif dan tetap sehat melalui majelis pondok pesantren. Kami sangat sayang dengan para ulama, bagaimana dapat melindungi para ulama di masa pandemi ini maka diharapkan protokol kesehatan terus dilakukan,” pesan Irjen Pol Fadil.

Di kesempatan yang sama, Pengasuh Ponpes Syaichona Moh Cholil Bangkalan H Muhammad Nasih Aschal mengatakan, pesantren di Madura hari ini rata-rata mengembalikan santrinya ke pondok.

“Mereka sudah mempertimbangkan banyak hal terutama bagaimana upaya preventif pencegahan adanya Covid-19 melalui protokol kesehatan, pesantren di Madura santrinya untuk bisa melaksanakan aturan kesehatan, insya Allah santri kita tidak terdampak Covid-19,” imbuh Nasih.

Nasih juga berterima kasih atas kehadiran dan dukungan TNI-Polri di tengah masyarakat. Dia berharap banyaknya hoaks terkait Covid-19 bisa teratasi.

“Sinergi Polri dan TNI membangun bersama kondisi yang sehat dan suasana yang kondusif. Karena banyak informasi hoaks yang diterima masyarakat. Harapannya semoga dalam silaturahmi ini upaya pemerintah bersinergi dengan ulama mengatasi pandemi ini, sehingga insya Allah Jatim semakin menurun dan tidak sampai angkanya mengalahi DKI,” harapnya. (sur)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *