BOGOR – Gereja Protestan Indonesia bagian Barat (GPIB) Zebaoth Bogor menggelar acara buka puasa lintas agama Kamis (4/4/2024). Acara yang berlangsung dibawah program bidang III Germasa ini dimaknai sebagai kegiatan pemersatu kerukunan beragama.
Hadir pada buka puasa bersama yang berlangsung di Gedung Serba Guna (GSG) 2 lantai 1 gereja Zebaoth ini pejabat dari Pemkot Bogor, pejabat utama Polresta Bogor Kota, perwakilan dari Danrem 061 Suryakancana (SK) Bogor, perwakilan dari Dandim Kota Bogor, GP Ansor, Banser, Basolia, MUI, Erwin Wicaksono dari Istana Bogor serta pemerintahan kecamatan dan kelurahan yang berada di sekitar gereja.
Pada acara buka puasa bersama ini juga menampilkan marawis dari Hadroh, binaan Puja di Pulo Geulis. Tamu undangan yang hadir menikmati alunan musik marawis yang dibawakan enam pemuda.
Sementara itu, KH Ahmad Alfan, Wakil Ketua MUI Kota Bogor mengaku sangat senang dan menganggap langkah positif Zebaoth dalam menjaga toleransi antar umat beragama.
Menurut KH Alfan, suasana yang bagus dan hati yang gembira saat ini merupakan hal yang bagus.
Baginya, Islam dan agama lain punya ritual puasa. Ia lalu mencotohkan kenapa nabi Nuh membuat bahtera, karena ada rasa kasih sayang bagi sesama.
Sebelum berbuka puasa, KH Alfan mengisi tausiah atau kultum dengan materi yang menyejukkan.
“Kita memilih menjadi manusia yang mulia. Kadang malu gereja dan vihara undang buka puasa bersama. Lalu kapan Islam undang umat diluar Islam untuk buka bersama. Lagi cari dalilnya dulu,” kata KH Alfan dalam tausiyahnya.
“Ini langkah yang sangat positif. Ada kerja sama dalam hal toleransi antar umat beragama. Ini kegiatan positif. Gereja Zebaoth sudah berulang kali lakukan buka puasa,” ujarnya.
Ketua Majelis Jemaat (KMJ) GPIB Zebaoth Bogor, Pdt Margie Ririhena de Wanna D. Th menegaskan, sebagai pelayan seluruh umat, gereja memiliki peran untuk terus membina persatuan. Hidup dalam perdamaian bagi Pdt Margie, berbeda tapi saling menghormati.
“Proses buka puasa bersama dalam bulan puasa ini, kita ingin mengamalkan nilai-nilai Pancasila yang dinyatakan dalam kehidupan nyata,” kata Pdt Margie.
Lulusan S3 Teologia ini meminta, agar setiap anak bangsa membuka pintu gerbang dan pintu hati tanpa melihat perbedaan.
“Persatuan harus tetap di jaga. Gereja sangat merespons baik akan nilai persatuan. Kegiatan buka puasa bersama ini, merupakan kegiatan rutin setiap tahun, karena menjadi salah satu program Zebaoth dalam upaya untuk meningkatkan tali silaturahmi dan persaudaraan.
Sekretaris Basolia, Arifin Hilmawan mengatakan, harapannya setelah puasa kembali ke fitri. Berbeda agama, itu keindahan.
“Basolia ucapkan terimaksih ke Zebaoth. Buka puasa ini berlangsung juga di beberapa rumah ibadah di Kota Bogor. Ini wujud toleransi dan kebersamaan dalan keindahan. Kita berbeda tapi wujud kita adalah kebersamaan dan penuh toleransi. Kota Bogor adalah kota toleransi. Ini toleransi harus kita pertahankan. Mari bangun Indonesia yang damai dan aman,” kata Arifin.
Uskup Kategral Bogor, Mgr Paskalis yang didampingi Romo Dion Manopo dalam pesannya mengajak, untuk terus menjaga persaudaraan dalam perdamaian.
“Mari kita nikmati dan isi alam ini dengan penuh kebaikan. Mari kita menerima satu sama lain sebagai saudara. Perjumpaan dalam bulan puasa ini adalah pertemuan penuh makna sebelum kita dipanggil Tuhan. Mari kita isi dengan kebaikan. Kami mendoakan saudara umat Islam, agar selamat hingga lebaran. Mari kita jadi manusia Indonesia yang mencintai satu sama lain,” ajak Mgr Paskalis.
Pada acara buka puasa bersama ini, Gereja Zebaoth memberi santunan bagi 15 ayak yatim yang bermukim dekat gereja. (yopi/ta)







Komentar