oleh

Gempar Akan Beraksi di Pendopo Kabupaten Pemalang

-Daerah-188 views

POSKOTA.CO – Hari ini, Sabtu (5/120) Gerakan Mahasiswa Pemalang Raya (GEMPAR) dan Aliansi Pemuda & Mahasiswa Pemalang akan melakukan aksi di Pendopo Kabupaten Pemalang dan gedung dewan. Hal ini sampaikan oleh Gempar dalam press conference , di salah satu rumah makan di Pemalang, Jum’at (4/11) sore.

Koordinator lapangan aksi dan Ketua Gempar Hamu Fauzi mengatakan bahwa tujuan dari aksi ini merupakan ungkapan aspirasi para mahasiswa dan pemuda Pemalang terhadap kinerja pemerintah dan DPRD Kabupaten Pemalang.

“Kami melihat bobrok dan buruknya kinerja Pemda dan DPRD Kabupaten Pemalang, maka kami Gerakan Mahasiswa Pemalang Raya (GEMPAR) dan Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Pemalang akan menyelenggarakan aksi dengan tema besar, Raport Merah Pendopo & DPRD Pemalang,’ kata Hamu Fauzi.

Ada beberapa point yang diungkapkan oleh Hamu Fauzi antara lain Pemerintah Kabupaten Pemalang sama sekali tidak mencontohkan Good Goverment dan akuntabilitas serta keterbukaan informasi publik yang tidak dicontohkan sampai saat ini, hal itu menimbulkan asumsi-asumsi bahwa Pemerintah Daerah Kabupaten (Pemda) Pemalang ada niat jahat terhadap rakyat.

“Terkait dana penanganan covid 18,3 M yang bersumber dari APBD pun tidak ada kejelasan dialokasikan kemana saja, untuk tenaga medis berapa?, untuk rumah sakit-rumah di daerah berapa ? untuk pengadaan alat rapid berapa ?, ketidak terbukaan tersebutlah yang membuat dugaan bahwa pemerintah daerah kabupaten pemalang memiliki niat jahat terhadap rakyat terlihat semakin nyata,” katanya.

Beberapa point bagi pemerintah Kabupaten Pemalang mengenai kacaunya perencanaan dan pembangunan daerah.Buruknya pelayanan administrasi Kependudukan dipermasalahkan boleh para pemuda dan mahasiswa Pemalang juga menjadi sorotan bagi mahasiswa dan pemuda Pemalang.

Hamu Fauzi dan teman-temannya juga menyoroti kinerja DPRD dibidang pengawasan. “Sampai detik ini kami katakan hanya “gimick” saja, hampir tidak ada pengawasan sama sekali yang dilakukan oleh DPRD terhadap kinerja Pemda yang juga ugal ugalan,” ujar Hamu.

Dia mencontohkan mengenai Investigasi DPRD terkait dana BPNT yang disunat, siapa pelakunya, bagaimana akhirnya …? Investigasi pun menguap tidak ada juntrungnya, DPRD terkesan tengah pansos (Panitia Sosial) dan melakukan gimick politik agar dikira fungsi pengawasannya sudah dilakukannya. “Keracunan Ikan tongkol BPNT, siapa pelakunya, apa hukumannya..?,” tandasnya.

Dalam kesempatan tersebut, disoal pula kehadiran pemerintah Kabupaten Pemalang dan DPRD terhadap kepentingan pemuda dan mahasiswa. “Mereka malah membuat segregasi sosial, tradisi ningrat dari pembantu rakyat ini semakin menjadi-jadi sampai saat ini. Upaya – upaya untuk memparbaiki Indek Pembangunan Manusia (IPM) tidak pernah benar-benar dilakukan.” jelas Hamu.

Satu lagi yang disinggung oleh para mahasiswa terhadap DPRD, dimana mantan ketua DPRD Kabupaten Pemalang yang juga Cabup dalam Pilkada ini, ketika debat publik kemarin mengatakan kampus-kampus di Pemalang tidak bermutu, narasi pesimistis tersebut jelas mendiskreditkan mahasiswa pemalang, dan berpotensi mempersulit lulusan-lulusan pemalang nantinya.

Dalam raport kinerja Pemkab Pemalang dan DPRD Kabupaten Pemalang, pada mahasiswa dan pemuda memberi nilai merah dengan angka 40 pada Pemkab dan DPRD Kabupaten Pemalang.(Fahroji)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *