oleh

Dimulai 2022, Pembangunan Tol Brebes-Purwokerto-Purbalingga

POSKOTA.CO – Pembangunan jalan tol penghubung jalur pantura ke selatan atau tol Pejagan-Banyumas, Purwokerto, Purbalingga akan dibangun mulai tahun 2022. Hal ini tertuang dalam rapat koordinasi di Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR)

Rapat ini dihadiri Jasa Marga, Kementerian PUPR, Dinas Bina Marga dan Cipta Karya, Bappeda Pemprov Jateng dan empat kabupaten yang bakal terlintasi jalan tol tersebut. Yakni Kabupaten Banyumas, Cilacap, Tegal dan Brebes.

“Di wilayah Banyumas nantinya ada tiga exit tol, yakni di Ajibarang, kedua di Wangon dan ketiga ke Purwokerto arah selatan kota bisa untuk ke kota maupun yang dari jalur selatan. Sedangkan yang exit tol di Purbalingga bisa menampung dari jalur tengah arah Banjarnegara-Wonosobo,” jelas Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappedalitbang) Kabupaten Banyumas, Purwadi Santoso, Kamis (27/02/2020).

Purwadi Santoso menjelaskan tol rute tol Pejagan-Cilacap ini melewati Kabupaten Brebes, Tegal, Banyumas dan Cilacap. Namun di wilayah Kabupaten Banyumas ada jalur keluar lanjutan (exit tol) menuju Kota Purwokerto hingga ke Bandara Jenderal Soedirman di Purbalingga.

Sebelumnya ada empat alternatif pembangunan jalan tol yakni Tegal-Purwokerto-Cilacap,Tegal-Pemalang-Purwokerto-Cilacap dan Pemalang-Purbalingga-Banyumas-Cilacap, dan Pejagan-Cilacap. Namun, rute atau jalur, skor terbesar diputuskan Pejagan-Cilacap. Alasan penguatnya, di antaranya rute ini sudah masuk dalam Program Percepatan Nasional (PSN) yang diatur dalam Peraturan Presiden No 79 tentang Percepatan Pembangunan Nasional.

Khusus di Jateng sudah menyebut tol-Pejagan-Cilacap, yang nantinya menyambung tol rute Tasikmalaya-Cilacap dari jalur tol Bandung-Cilacap. Di Perda RTRW Pemprov Jateng dan Pemkab Brebes juga sudah menyebut tol Pejagan-Cilacap. Purwadi menambahkan pertimbangan pemerintah pusat menembuskan tol Pejagan-Cilacap ada yang ke arah Purwokerto dan Bandara Jenderal Soedirman, karena arah arus kendaraan yang keluar masuk dinilai besar dari berbagai penjuru. Sehingga dari perhitungan bisnis dianggap masuk.

Pertimbangan dibangunnya tol percabangan ke arah Purwokerto, dan Bandara Jenderal Soedirman karena arus ramai dari berbagai arah masuk, mulai Banjarnegara-Purbalingga, bandara bisa masuk. “Kemudian dari arah Purwokerto maupun dari arah selatan Purwokerto arah Banyumas (jalur selatan), sehingga perhitungannya dari jumlah kendaraan yang banyak menimbulkan biaya masuk (retribusi),” kata Purwadi.

Aspek yang lain yang dinilai saat memutuskan rute tersebut, yakni aspek bisnis, aspek pengembangan wilayah, aspek biaya, dan aspek lingkungan sosial ekonomi. (nad)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *