oleh

Bupati Sinjai Laporkan Warganya, Anca Mayor: APH Jangan Hentikan Sebelum Inkrah

POSKOTA.CO- Andi Darmawansyah yang karib disapa Anca Mayor, berharap Aparat Hukum (APH) di Sinjai serius menangani kasus terkait Laporan Bupati Sinjai Andi Seto Gadhista Asapa dan Laporan mantan Kadis Kesehatan (dr Dedet/Andi Surianto Asapa) terhadap dirinya. Sabtu (13/3/2021).

Dengan lantang, Anca Mayor menekankan kepada APH, dirinya tidak ingin dikatakan musyrik, jika APH Sinjai ingin menghentikan kasus dugaan pencemaran nama baik Andi Seto Ghadista Asapa serta dr dedeth yang dialamatkan kepadanya. “Polres Sinjai, bahwa postingan yang dilaporkan, itu betul & benar adanya, bahwa saya sendiri yang menulis lalu mempostingnya,” tegasnya.

Lanjut Anca Mayor, bahwa terkait laporan dr. Dedet dan seluruh kepala Puskesmas (PKM) di Kabupaten Sinjai sebelumnya terkait pemotongan dana kapitasi, yang hari ini statusnya sudah pada proses P21. “Alhamdulillah, sampai hari ini, saya tetap dan akan berhadapan sampai kasus ini ada putusan inkrah, maka saya sampaikan kepada APH bahwa wajib hukumnya kasus ini berproses sampai adanya keputusan inkrah (Putusan hukum tetap),” harapnya.

Anca menambahkan, maka dari itu, tentu segala proses dan perlakuan hukum kepada saya harus sama, sebab Delik laporannya sama, ‘ UUD ITE/Pencemaran nama baik’, dan sampai detik, menit dan hari ini, InshaAllah, bahkan kedepannya, prinsip & Sumpah saya, tetap dan akan tetap sama, bahwa wajib hukumnya kasus ini berproses sampai ada putusan inkrah.

“Jadi saya mau sampaikan & tegaskan untuk yang kesekian kalinya, jangan pernah berniat, berfikir, apalagi melakukan penghentian kasus kasus ini, sebab bila ini yang kalian lakukan, maka sama halnya kalau kalian telah membuat saya Musyrik,” tegasnya.

Sementara,Kasat Reskrim Polres Sinjai, IPTU. Abustan, yang ditemui beberapa hari lalu, kepada awak media mengatakan pihaknya masih mempelajari laporan Bupati Sinjai (Andi Seto Ghadista Asapa) yang dialamatkan kepada Anca Mayor terkait pencemaran nama baik lewat akun sosial Facebook.

“Kami masih mempelajari, adapun pemanggilannya masih bersifat klearifikasi,” ungkap mannatan anggota Direktorat Reskrim Umum Polda Sulsel itu. (Jumardi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *