oleh

Terdakwa Diancam Hukuman Mati, Sidang Perdana Kasus Ayah Bunuh Empat Anak Kandung Digelar di PN Jaksel 

JAKARTA – Sidang perdana kasus ayah bernama Panca Darmansyah atau P (41) yang didakwa membunuh empat anak kandungnya digelar di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Rabu (29/5/2024).

Pejabat Humas PN Jakarta Selatan Djuyamto membenarkan adanya sidang perdana kasus  tersebut. “Hari ini Rabu ini ada sidang perdana kasus   terdakwa pembunuhan empat anak di Jagakarsa atas nama terdakwa Panca Darmansyah,” kata Djuyamto.

Sidang dijadwalkan digelar di ruang sidang utama PN Jaksel sekitar 11.00 WIB. Sidang ini dipimpin hakim Sulistyo Muhammad Dwi Putro dengan anggota Kairul Soleh dan Radityo Baskoro.

Untuk diketahui, terdakwa Panca secara sadis membunuh keempat anaknya, yakni VA (6), SP (4), AR (3) dan AS (1). Keempat korban  ditemukan sudah tidak bernyawa pada Rabu (6/12/2023) dalam satu kamar di sebuah rumah di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Pembunuhan ini terungkap setelah warga sekitar lokasi mencium aroma tidak sedap dari dalam rumah tersebut. Saat ditemukan, mayat keempat bocah malang itu berjejer di atas tempat tidur secara berurutan mulai yang paling tua, kedua, ketiga dan si bontot.

Hasil penyelidikan pihak Polres Metro Jakarta Selatan langsung menangkap ayah keempat korban sebagai tersangka tunggal. Pembunuhan terhadap keempat anak kandungnya dilakukan Panca bermula dari kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) terhadap istrinya berinisial D.

Panca kini terancam hukuman mati atau penjara seumur hidup. Pria pengangguran ini dijerat pasal 338 jo 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dan UU Perlindungan Anak. Keempat korban dihabisi nyawanya dengan cara dibekap mulutnya satu persatu. Saat kejadian ibu korban sedang dirawat di rumah sakit akibat dianiaya sang suami.

Alasan Panca tega membunuh keempat buah hatinya karena dia sakit hati dengan istri yang dituduh menjalin cinta dengan lelaki lain. (Omi/jo)

Teks foto: Panca Darmansyah

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *