oleh

Tentara Desersi, Membunuh dan Merampok Betisnya Dilubangi Pelor

POSKOTA.CO – Desersi TNI, berinisial DS,33, betisnya dilobangi pelor karena melakukan perampokan disertai pembunuhan terhadap Tri Ardianto,40, sopir grab yang mayatnya ditemukan di sungai Desa Bugo RT 01 RW 01 Welahan Jepara pada tanggal 06 Februari 2020 yang sempat membuat geger warga sekitar dengan kondisi yang mengenaskan.

Selain DS, polisi juga mengamankan HW penadah, dan TA dan DY yang merupakan pasangan suami istri pembeli mobil hasil kejahatan tersebut.

Kapolres Jepara AKBP Nugroho Tri Nuryanto, SH., SIK., MH didampingi Kasat Reskrim AKP Yusi Andi Sukmana, SH., MH dan Paur Subbag Humas Iptu Edy Purwanto saat konferensi pers menyampaikan bahwa kejadian semula pada hari selasa 4 Februari 2020. Saat itu tersangka DS merencanakan pembunuhan terhadap korban. Kemudian tersangka memesan grab di SPBU dekat swalayan Matahari Kudus.

Kepada korban tersangka meminta diantar ke Desa Mijen Kecamatan Kaliwungu Kabupaten Kudus.
Sebelum sampai di rumah kontrakan tersangka DS meminta korban untuk berhenti di pinggir jalan dekat perempatan desa Jetak.

TNI desersi berjalan harus dipapah

Saat itulah tersangka berinisiatif melaksanakan niat jahat nya dengan mengambil pisau dari tas dan menusukkan pisau ke dada korban sebanyak 2 kali serta mencekiknya. setelah korban tidak berdaya lalu tersangka membawanya ke kontrakan dan mengambil selimut, batu dan tali rafia.

Rabu (5/02/2020) dini hari tersangka DS membungkus mayat dengan selimut dan mengikat dengan pemberat batu bata kemudian membuang jasad korban di Jembatan Ketileng Desa Ketileng Kecamatan Welahan Jepara. Dan akhirnya mayat korban ditemukan warga pada hari Kamis (06/02/2020) di sungai SWD II desa Bugo Kecamatan Welahan Jepara.

‌Setelah melakukan pengejaran selama kurang lebih tiga minggu tepat nya 28 Februari 2020 tersangka pembunuhan supir grab tersebut akhirnya berhasil diringkus oleh petugas Resmob polres jepara dan petugas gabungan Resmob dari polda Jateng dan DIY di tempat persembunyian nya di sebuah pondok daerah jogjakarta.

Atas perbuatannya pelaku utama DS akan di jerat dengan pasal 340 KUHP pasal 338 pasal 365 ayat (3) tentang pembunuhan berencana dan pencurian disertai kekerasan dengan ancaman hukuman mati atau pidana seumur hidup atau selama waktu tertentu paling lama 20 tahun penjara. (Timjpr )

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *