oleh

Renungan di Awal Tahun Baru Islam 1 Muharram 1443 Hijriyah

TANPA terasa, beberapa hari lagi kita umat Islam akan segera memasuki Tahun Baru Islam, 1 Muharram 1443 Hijriyah.

Oleh karena itu, sangat penting bagi setiap Muslim menyambut pergantian tahun Hijrah ini dengan penuh kesungguhan untuk benar-benar mengagendakan dan mewujudkan suatu perubahan.

Walaupun kondisi umat dan bangsa kita saat ini, masih dalam suasana keprihatinan, dengan adanya wabah pandemi Covid-19 yang belum bisa dipredeksi kapan akan berakhirnya.

Tahun baru Hijriyah adalah sistem penanggalan yang berdasarkan pada peristiwa hijrah yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya.

Peristiwa tersebut menjadi starting point peradaban Islam menuju puncak kejayaan. Insya Allah hingga akhir zaman.

Dari peristiwa hijrah itu, spirit iman menjadi nyata dalam kata dan perbuatan, sehingga tidak heran jika setelah hijrah.

Banyak sekali para sahabat yang memiliki kepribadian unggul nan mengagumkan. Perubahan mindset benar-benar terjadi secara totalitas pada diri seluruh umat Islam kala itu.

Prof. Ismail R. Al-Faruqi menjelaskan, bahwa hijrah ke Madinah merupakan puncak dari upaya yang lama dalam mencari tempat.

Yang dapat dijadikan sebagai titik tolak pengembangan keimanan baru ini dan sekaligus untuk menata masyarakat Muslim, baik sebagai tatanan sosial maupun negara.

Oleh karena itu, negara yang didirikan oleh Nabi Muhammad SAW, bukan saja moderen tapi sungguh sangat unik.

Sebuah negara yang tanah airnya tak punya batas-batas geografis yang sempit, dan menjadi rakyatnya
pun tak didasarkan atas kelahiran, warna kulit, bahasa, bangsa, suku atau kebudayaan.

Tetapi yang menjadi tanah airnya adalah jagad raya yang pemilik sesungguhnya hanya Allah dan rakyatnya adalah siapa saja yang penting beriman kepada Allah.(Lihat, Masyarakat Islam, Al-Maarif, hal. 70).

Rasulullah Muhammad SAW adalah diutus untuk membawa rahmat kepada seluruh manusia dan sekalian alam.

“Tidaklah Kami mengutus kamu melainkan sebagai pembawa rahmat bagi sekalian alam.” (QS. Al- Anbiya’: 107).

Peristiwa hijrahnya Nabi SAW bahwa sesungguhnya ia bukan merupakan peristiwa biasa, melainkan kejadian yang telah merubah arah perjalanan sejarah, kejadian yang membawa keberanian dan pengorbanan, kesabaran, kekuatan dan persaudaraan karena Allah SWT.

Dengan semangat Hijrah, Rasulullah membangun masyarakat Madani di kota Madinah, masyarakat yang berakhlak, beradab, berpendidikan, sehingga kota Madinah menjadi kota yang menyinari seluruh alam semesta (Al Madinah Al Munawarah).

Dengan Hijrah, Rasul membina masyarakat yang penuh persaudaraan, berethos kerja tinggi, berakhlak mulia, masyarakat Marhamah yang penuh dengan aman dan sejahtera “Baldatun Tayyibatun Wa Rabbun Ghafur”

Dengan pergantian tahun Hijriah, semangat Hijrah harus menelusuri jiwa kita semua, menatap masa depan demi mencapai kehidupan yang lebih baik.

Terakhir, sebagai umat Islam kita harus dapat menghargai setiap peristiwa yang terjadi dalam sejarah Islam.

Kalau bukan kita siapa lagi kah yang akan menghargai hari-hari dan peristiwa tersebut?

Tapi anehnya, masih banyak umat Islam yang tidak mengetahui atau mengabaikan begitu saja peristiwa bersejarah tersebut, malahan mungkin tidak sedikit yang tidak pernah ingat bahwa Islam memiliki penanggalan hijriyah.

Oleh karena itu, mari kita memasyarakatkan dan membudayakan pemakaian kalender hijrah, kalau tidak sekarang kapan lagi……?

Semoga Allah menerima amal perbuatan dan mengampuni kesalahan kita di tahun yang lalu dan memberi hidayah, rahmah dan inayah bagi program kita di tahun mendatang.

Demikian pula keadaan umat dan bangsa Indonesia di jauhkan dari musibah dan bencana serta ujian yang berat menghadapi pandemi Covid-19, yang siapa pun belum bisa memprediksi kapan berakhir, semoga segera cepat berlalu.

Wallahu a’lam bish shawab

Aswan Nasution

Penulis adalah, Alumni Pelajar Al-Qismu a’ly 79′ Al-Washliyah, Ismai’liyah Medan, Sumatera Utara.

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *