oleh

Polres Bogor Tangkap Residivis Narkoba, Terancam 12 Tahun Penjara

POSKOTA. CO – Memasarkan narkoba demi meningkatkan ekonomi keluarga, delapan orang harus berurusan dengan hukum setelah ditangkap kepolisian Satuan Narkoba Polres Bogor.

Dalam pemeriksaan, delapan tersangka mengaku, selain menjual mereka juga bisa menikmati sabu secara gratis demi meningkatkan stamina dan kepercayaan diri.

Kapolres Bogor, AKBP Iman Imanuddin didampingi Kasat Narkoba, AKP M Ilham dan Kasie Humas, AKP Ita Puspita Lena kepada wartawan di aula SS Polres Bogor di Jalan Tegar Beriman, Cibinong Kamis (30/6/2022) mengatakan, dari delapan tersangka, polisi menyita barang bukti sabu seberat 37,7 gram.

Selain barang bukti sabu, 10 alat komunikasi, 4 timbangan elektrik dan 5 alat hisap atau bong juga ikut diamankan.

AKBP Iman mengatakan, jaringan peredaran narkotika delapan tersangka masuk sampai ke Depok selain wilayah Bogor sendiri.

“Para tersangka ditangkap dibeberapa tempat terpisah. Mereka dijerat dengan Pasal 114 ayat (1) dan ayat (2), jo Pasal 112 ayat (1) dan ayat (2) UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika ancaman pidana penjara 12 tahun,” kata AKBP Iman.

Ditempat yang sama, Kasat Narkoba, AKP M Ilham menambahkan, delapan tersangka yang diamankan masing-masing dengan inisial MU (29), SF (43), UR (28), PA (29), MG (25), HT (39), TB (38) dan AS (28).

Dari delapan orang yang diamankan, ada dua tersangka merupakan residivis untuk kasus yang sama.

“Tersangka TB tahun 2016 masuk penjara untuk 4 tahun di Lapas Banceuy, Bandung. Tersangka AS tahun 2018 masuk penjara di vonis 4 tahun. Kedua residivis ini kini kembali ditangkap untuk perkara yang sama,” kata AKP Ilham.

Penangkapan delapan tersangka menurut AKP Ilham berlangsung di Depok, Sukaraja, Cisarua, Ciawi, Cigudeg, Kemang, Cibinong dan Cilodong.

“Mereka order sabu ke bandar. Setelah uang di transfer, pesanan lalu ditempel ditempat yang nantinya diambil pelaku. Setelah sabu sudah diambil, pelaku lalu timbang lagi baru jual ke pembeli. Untung jual juga untung pakai secara gratis. Delapan tersangka ini pegawai swasta semua,” tegas AKP Ilham.

Menurut Kasat Narkoba, penjualan barang terlarang ini menjanjikan keuntungan yang besar. Maka tak heran, jika banyak yang terjerumus masuk ke dalam lingkaran ini.

Namun Polisi menurut AKP Ilham, tidak akan berhenti mengejar atau memburu siapa saja yang mencoba menjual barang terlarang ini.

“Narkoba sudah menjadi musuh bersama. Kami dari Narkoba Polres Bogor terus mengawasi siapa saja yang mencoba memasarkan serbuk terlarang ini diwilayah Kabupaten Bogor. Polisi harus menjamin, generasi muda Kabupaten Bogor tidak terjebak dalam hal ini,”tegas AKP Ilham. (yopi/sir)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.