oleh

Pemkot Bogor Lanjutkan PSBB Transisi Mulai 5 Juni hingga 2 Juli 2020

POSKOTA.CO – Pemerintah Kota Bogor mengumumkan kebijakan melanjutkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi.

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Bogor Bima Arya bersama jajaran Forkopimda Kota Bogor di Balai Kota Bogor.

Dalam kesempatan tersebut hadir Danrem 061/Surya Kancana (SK) Brigjen TNI Agus Subiyanto, Ketua DPRD Kota Bogor Atang Trisnanto, Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Hendri Fiuser, Dandim 0606/Kota Bogor Kolonel Arm Teguh Cahyadi, Kepala Kejaksaan Negeri Bogor Bambang Sutrisna, Dandenpom III/1 Bogor Letkol Cpm Sugiarto, Wakil Wali Kota Bogor Dedie Rachim, dan Sekda Kota Bogor Ade Sarip Hidayat.

“Sebelumnya kami telah melakukan rapat koordinasi bersama Forkopimda. Banyak sekali masukan. Tadi dibahas data-data terkini yang disajikan oleh tim pakar epidemiologi yang selama ini memberikan masukan untuk kami,” kata Bima.

Dari data yang ada, dapat disimpulkan bahwa data Covid-19 di Kota Bogor menunjukan hasil yang sangat baik sweetie tren laju ODP, tren laju dari PDP, laju penambahan kasus positif dan tren laju kesembuhan menunjukan hasil yang baik, yaitu 0,5 atau di bawah 1.

Data Dinkes Kota Bogor per 3 Juni 2020 menunjukan bahwa angka penambahan kasus positif berdasarkan laporan penerimaan hasil swab antara lain PSBB I (15 April – 28 April) terjadi penambahan 18 kasus, PSBB II (29 April – 12 Mei) terjadi penambahan 16 kasus, PSBB III (13 Mei – 26 Mei) terjadi penambahan 13 kasus dan PSBB Transisi fase 1 (27 Mei – 3 Juni) ada penambahan dua kasus.

“Kami juga melihat bahwa walaupun datanya membaik, tapi belum bisa dikatakan bahwa situasi ini sudah aman. Karena hasil pengamatan kami di lapangan, masih banyak hal-hal yang perlu dimaksimalkan,” ujar Bima.

“Toko nonpangan sudah buka, rumah makan sudah buka, tempat ibadah juga sudah mulai aktivitasnya. Tetapi masih banyak pelanggaran. Masih banyak rumah makan atau kafe yang tidak mengindahkan protokol kesehatan. Toko-toko juga yang masih kita lihat belum menerapkan jaga jarak dan protokol kesehatan,” tambahnya.

Hasil rapat koordinasi bersama Forkopimda juga sepakat bahwa Kota Bogor akan melanjutkan PSBB Transisi fase kedua mulai 5 Juni sampai 2 Juli 2020 setelah sebelumnya PSBB Transisi fase pertama dilakukan pada 27 Mei – 4 Juni 2020.

“Kami menyepakati untuk melanjutkan PSBB di masa transisi ini. Jadi, ini masih era PSBB tetapi tidak sama dengan PSBB sebelumnya. Dan belum juga memasuki normal baru seperti yang sering disampaikan. Karena itu, ini adalah PSBB di masa transisi menuju normal baru dengan penguatan-penguatan pada aspek pengawasan dan edukasi, penguatan pada wilayah seperti RT dan RW Siaga,” jelas Bima.

Masa berlaku PSBB transisi fase kedua ini, lanjut Bima, akan diberlakukan selama lebih dari 14 hari ke depan.

Bima menambahkan, selama PSBB transisi fase kedua diberlakukan, akan dilakukan tahapan-tahapan yang masih mungkin untuk dibuka dengan berpedoman pada zonasi yang ditentukan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

“Saat ini, Kota Bogor masih dikategorikan level tiga dalam hal kewaspadaan atau warnanya masih kuning. Kami akan segera menyusun Perwali yang di dalamnya ada tahapan-tahapan. Sektor-sektor yang akan dibuka bisa mall misalnya, ataupun bisa sektor-sektor lain tergantung dari status yang akan diputuskan atau diterapkan oleh provinsi,”ujarnya. (ymd)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *