oleh

Pemdes Ciherang Banjarsari Diduga KKN Alokasi Dana Ketahanan Pangan

POSKOTA.CO – Pemerintah Desa (Pemdes) Ciherang Banjarsari, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat diduga melakukan perbuatan korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) dalam pengalokasian dana program ketahanan pangan yang bersumber dari keuangan dana desa (DD) tahun anggaran 2022.

Indikator tersebut disampaikan seorang warga RW 05 lingkungan Kubangpari yang meminta identitasnya tidak disebut. Dia mengatakan, kurangnya sosialisasi dan tertutupnya informasi terkait program ketahanan pangan dari pemerintah desa setempat, mengindikasikan terdapat warga ataupun kelompok masyarakat yang sebenarnya layak dan sangat berkebutuhan tidak terakomodir.

“Justru yang mendapat bantuan merupakan kelompok yang dekat dengan kepala desa sehingga diduga sarat KKN (korupsi, kolusi dan nepotisme.),” ucapnya.

Dia menyatakan, sebagai masyarakat di lingkungan RW 05 tersebut, sama sekali tidak mengetahui adanya bantuan pengadaan ternak kambing dan sapi untuk program penggemukan dari pemerintah desa. “Mungkin saja warga yang berada pada lingkungan RW lain juga tidak mengetahui soal ini,”sindirnya.

Hal senada disampaikan seorang tokoh agama di Dusun Wanasari. “Terdapat beberapa RT yang tidak mengetahui program ini sehingga warganya atau kelompoknya tidak ada yang memperoleh atau menerima manfaat dari program dimaksud,” terang pria yang biasa disapa Ofik ini.

Ditegaskan dia, dirinya sudah mencoba mendatangi kepala desa dan menanyakan soal bantuan tersebut, namun sampai sekarang tidak ada realisasi.

Kepala Desa Ciherang, Anjar Adriana ketika di konfirmasi Poskota.co, Kamis (17/11/2022) menjelaskan, untuk dana ketahanan pangan tahun anggaran 2022, pemerintah desa sudah merealisasikan melalui program hewani. “Berupa kegiatan penggemukan kambing dan sapi,”terangnya.

Anjar merinci, ada 38 ekor kambing disalurkan untuk 3 kelompok dan 6 ekor sapi untuk dua kelompok, yakni diterima kelompok di Dusun Kubangpari diketuai, Bahrun Hadi. “Kelompok yang kedua penerima program penggemukan sapi berada di Dusun Wanasari, ketuanya Yayan,” urainya.

Selain hal itu, dari dana desa program ketahanan pangan, pihaknya telah melakukan bimtek dengan kelompok penerima bantuan sekaligus pemberian sarana pakan.

Sebelumnya, hasil penelusuran dari informasi yang berkembang, Desa Ciherang tahun anggaran 2022, mengalokasikan 20 % dari dana desa untuk program ketahanan pangan sekitar 220 juta rupiah.

Sumber lain menyebutkan, berdasarkan data yang dilaporkan desa ke Kementrian Desa diduga ada selisih yang cukup besar. Diantaranya, untuk pengadaan bibit kambing yang disebut dan dilaporkan senilai Rp. 80.908.900, untuk pengadaan bibit sapi menelan pagu anggaran Rp. 72.440 000, dan untuk kegiatan bimtek serta bantuan sarana sebesar 25 juta rupiah. Sehingga dari keseluruhan yang di laporkan berjumlah Rp.178.348.900, sedangkan anggaran untuk ketahanan pangan sendiri estimasinya mencapai 220 juta rupiah, diduga masih ada selisih sisa sekitar 40 juta rupiah.

Atas hal tersebut, beberapa warga yang sempat ditemui media ini, meminta kepada pihak Inspektorat Kabupaten Ciamis, segera melakukan pemeriksaan secara khusus ( riksus) adanya dugaan penyimpangan anggaran itu. (srd/cep/sir).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.