oleh

Pembunuh Bayaran Habisi Nyawa Tukang Parkir di Cileungsi, Ditangkap

POSKOTA. CO – Pembunuh bayaran yang menghabisi nyawa tukang parkir di Cileungsi, Bogor ditangkap. Penangkapan berakhir dengan upaya dilumpuhkannya pelaku oleh timah panas anggota, karena ada upaya perlawanan dari pelaku saat penangkapan.

Para pelaku yang tertangkap, kini menjalani pemeriksaan di Mapolres Bogor. Mereka terancam Pasal 340 KUHP.

Kapolres Bogor, AKBP Harun didampingi Kapolsek Cileungsi, Kompol Andri Alam Wijaya dan Kasat Reskrim, AKP Siswo De Cuellar Tarigan Jumat (29/10/2021) di lobi utama Polres Bogor kepada wartawan mengatakan, antara otak utama perencanaan pembunuhan dengan korban, masih memiliki hubungan persaudaraan.

AH (41), otak utama dari aksi sadis ini diketahui sudah menempati lahan parkiran liar di Jalan Raya Cileungsi – Jonggol, pertigaan perumahan Metland Transyogi, Kampung Sawah, Rt 004/004, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor selama sepuluh tahun.

Namun dalam tiga tahun berjalan, pelaku AH mengajak Purnama (34) alias Gopur alias Gempur untuk bekerja bersama di lahan yang di kuasainya.

Seiring perjalanan waktu, AH merasa jatahnya berkurang. Ia lalu merancang niat jahat untuk menghabisi korban dengan menyewa dua pembunuh bayaran.

“Motif dari aksi sadis ini sakit hati, perebutan lahan jatah preman. Tak mau lakukan sendiri, AH lalu sewa pembunuh bayaran. AH sudah 10 tahun bekerja disini. Kalau korban baru 3 tahun,” kata AKBP Harun.

Orang nomor satu di jajaran kepolisian Kabupaten Bogor ini menegaskan, niat menghabisi nyawa korban, bahkan sudah dirancang AH setahun yang lalu.

Untuk memuluskan dendamnya ke korban, pelaku AH merekrut dua residivis begal ND (32), warga Dusun Banjarsari, Rt. 001/011, Desa Tolengas, Kecamatan Tomo, Kabupaten Sumedang dan DT (23), warga Kampung Cikalung, Rt. 008/003, Desa Mekarwangi, Kecamatan Tomo, Kabupaten Sumedang.

“Dua warga Sumedang ini memiliki peran sebagai eksekutor pembunuhan,” ujarnya.

Dalam rencana jahat yang dibahas di Sumedang, AH sebagai orang yang memberi perintah dan ND serta DT sebagai pelaku eksekutor sepakat, jika sebelum dibunuh, korban lebih dulu diajak minum minuman keras (Miras).

“Sebelum hari H tanggal 17 Oktober pukul 18.30 WIB, ke tiga tersangka berkumpul di Sumedang. Korban diberi miras. Tiga kali mereka minum. Pukul 13.00 WIB. Pukul 14.00 WIB, mereka minum lagi lalu sambung lagi minum pukul 17.00 WIB. Pukul 17.30 WIB, AH selaku perancang aksi menyeberang jalan. Setelah itu, dua pelaku pembunuh bayaran beraksi. Korban ditusuk senjata tajam di leher, punggung dan paha.

Korban meninggal dunia di lokasi. Petugas yang tiba, lalu membawa jenasah ke rumah sakit,” kata AKBP Harun.

Menurut Kapolres, dua pelaku menerima tawaran membunuh pengurus salah satu Ormas ini karena tawaran uang masing-masing Rp5 juta.

“Dua eksekutor di janjikan Rp5 juta/orang. Namun mereka baru menerima Rp2 juta. Dua eksekutor ini residivis kasus pembegalan. Mereka punya catatan kriminal di Polres Sumedang,”katanya.

Kapolres Bogor, AKBP Harun (tengah) didampingi Kapolsek Cileungsi, Kompol Andri Alam Wijaya (kiri) dan Kasat Reskrim, AKP Siswo De Cuellar Tarigan (kiri) memberikan jumpa pers. (yopi)

Polisi memburu para pelaku hingga akhirnya ND ditangkap di Dusun Banjarsari, Rt 001/011, Desa Tolengas, Kecamatan Tomo, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Sedangkan pelaku DT ditangkap di Dusun Ahad, Rt 003/001, Nomor 076, Desa Heuleut, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.

Dari keterangan dua eksekutor bayaran ini, polisi akhirnya menangkap AH di Kampung Sawah, RT 004/004, Desa Cileungsi Kidul, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor.

“Pembunuhan terjadi pada hari Minggu (17/10/2021). Tim Resmob gabungan Polres Bogor bersama Polsek Cileungsi melakukan penyelidikan selama 10 hari. ND, satu eksekutor dilumpuhkan kakinya dengan peluru, karena melakukan perlawanan,” kata Kapolres.

Dari hasil olah TKP dan penyelidikan, polisi menyita barang bukti berupa, 2 buah senjata jenis clurit dan 3 HP. (yopi/sir)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *