oleh

Mengisi Jiwa Dengan Kasih Sayang

PEPATAH berkata, siapa yang tak punya, tak bisa memberi. Jiwa yang kering dari kasih sayang, tidak mungkin mengalirkan kasih sayang dalam kehidupan.

Bagaimana mengisi jiwa dengan kasih sayang? Yang paling utama, mendekatlah kepada sumber Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, Allah Subhana wa Ta’ala.

Ibadah-ibadah yang dilakukan, selain bentuk ketundukan kepada Allah juga sebagai sarana menyerap energi kasih sayang-Nya.

Sering-seringlah menyebut nama-mama-Nya yang indah dan mulia (asmaul husna).

Isilah jiwa dengan bacaan dan renungan ayat-ayat Al-Qur’an, karena di dalamnya terkandung pesan-pesan cinta-Nya. Al-Qur’an juga obat mujarab bagi hati manusia.

Bacalah sejarah hidup Nabi Muhammad SAW (Sirah Nabawiyah). Dialah teladan terbaik dalam berkasih sayang dengan sesama.

Lihat bagaimana Nabi Muhammad SAW berperilaku di antara para sahabatnya. Lihat cara Nabi SAW memperlakukan istri, anak dan kaumnya.

Lihat pergaulan Nabi SAW dengan orang-orang yang menghina dan memusuhinya. Semuanya diperlakukan dengan penuh kasih sayang.

Bacalah pesa-pesan cinta dalam sabdanya. Rasakan energi cinta yang terpancar di dalamnya.

Baca juga sejarah kemuliaan para sahabat Nabi SAW dan orang-orang shaleh lainnya.

Bacalah buku-buku yang membangkitkan perasaan kasih sayang.

Lihatlah tontonan-tontonan yang membuka mata hati, meningkatkan kepekaan dan kepedulian kepada orang lain, serta menginspirasi untuk membahagiakan orang lain.

Wallahu a’lam bish showab.

Aswan Nasution

Aktivis Al Jam`iyatul Wasliyah, tinggal di Lombok, NTB

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *