oleh

Mantan Dirut Garuda ‘Melenggang’ Usai Sidang Perdana, Jaksa: Punya Kepentingan Negara

POSKOTA.CO – Pengadilan Negeri Tangerang menggelar sidang perdana kasus kepabeanan dan penyelundupan motor Harley Davidson dan sepeda Brompton.

Perkara itu melibatkan mantan Direktur Utama dan mantan Direktur Operasional Garuda Indonesia, I Gusti Ngurah Askhara bersama Iwan Joeniarto.

Sidang yang beragendakan pembacaan dakwaan berlangsung di ruang 4 Pengadilan Negeri Tangerang. Gelaran meja hijau tersebut diketuai Hakim Nelson Panjaitan dan Subchi Eko Putro serta Harry Suptanto sebagai Hakim anggota 1 & 2.

Dalam persidangan yang sempat ditunda selama 3 jam itu, Jaksa Penuntut umum mendakwa 3 pasal kepada kedua terdakwa, yakni I Gusti Ngurah Askhara. Hal itu disampaikan Kasie Intel Kejaksaan Negeri Kota Tangerang Bayu Probo Sutopo.

“Pertama Pasal 102 huruf E UU No 17 Tahun 2006 jo 55 ayat 1 tentang UU Kepabeanan. Kedua, pasal 102 huruf H, dan ketiga, pasal 103 huruf A. Ancaman hukumannya minimal 1 tahun dan maksimal 10 tahun. Denda minimal Rp50 juta maksimal Rp5 miliar,” kata Bayu, Senin (15/2/2021).

Bayu menambahkan, sidang kasus kepabeanan serta penyelundupan motor Harley Davidson dan sepeda Brompton akan digelar pada Kamis (18/2/2021).

“Sidang ditunda Kamis 18 Februari 2021,” tuturnya.

Usai menghadiri sidang perdananya, I Gusti Ngurah Askhara dan Iwan Joeniarto tak memberi komentar sedikit pun saat ditanya wartawan.

Didampingi pengacara, keduanya pun lenggang kangkung meninggalkan Pengadilan Negeri Tangerang.

Awak media pun bertanya mengapa mantan Direktur Utama dan Direktur Operasional Garuda Indonesia itu tidak ditahan. Alasannya, kedua terdakwa memiliki kepentingan dalam beberapa kebijakan terkait penerbangan.

“Ada beberapa pertimbangan dalam hal ini (mereka) masih dibutuhkan terkait kegiatan yang ada di penerbangan. Jadi kebijakan mantan pimpinan Garuda ini masih dijadikan pertimbangan untuk kepentingan Negara, yaitu terkait dengan penerbangan,” ujar Bayu menandaskan. (imam/sir)

 

 35 total views

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *