oleh

Makan di Warung Terminal Bus, Irjen Fadil Kenang Saat Masih Pendidikan di Akpol

POSKOTA.CO–Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Metro Jaya Irjen Dr Mohammad Fadil Imran dikenal sebagai kapolda yang tidak betah hanya duduk di belakang meja menerima laporan dari anak buah. Irjen Fadil merasa kurang puas jika dia tidak melihat langsung di lapangan terkait kondisi wilayah yang dipimpinnya.

Tidak heran jika mantan Kapolda Jawa Timur ini selalu menyempatkan diri untuk datang lansung ke lokasi yang dinilai rawan kejahatan. Tujuannya satu, ingin mendengar langsung aspirasi dari masyarakat setempat tentang situasi keaman di lokasi tersebut.

Menurut Kapolda Irjen Fadil, apa yang disampaikan masyarakat di lokasi, itu laporan yang paling benar. “Saya selalu berusaha datang langsung ke lokasi untuk mendengarkan aspirasi masyarakat terkait keamanan,” kata Fadil Imran.

Rabu (18/5/2022), Kapolda Irjen Fadil meninjau keamanan di Terminal Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Orang nomor satu di Polda Metro Jaya itu menyempatkan diri mampir di sebuah warung nasi untuk mencari makan.

Bak mengenang masa lalu saat masih menjadi Taruna Akademi Kepolisian (Akpol).
Sambil menikmati makanan yang disajikan pemilik warung, Irjen Fadil menceritakan masa mudanya saat masih di Akpol.

Dikutip dari akun Instagram @kapoldametrojaya, Rabu (18/5/2022), kedatangan Kapolda Irjen Fadil disambut hangat oleh pasangan suami-istri pemilik warung nasi di terminal itu. Bak pengunjung biasa, pimilik warung tak segan-segan menawarkan untuk memberikan secara cuma-cuma. Sontak saja hal itu ditolak Irjen Fadil.

“Ini nanti buat bapak saja, saya enggak mau dibayar loh,” kata pemilik warung.

“No no no. Bungkus saja yang biasa. Ingin cobain masakan ibu. Apa mau makan di sini cobain sedikit,” ujar Fadil.

“Iya pak cobain di sini saja ya pak. Ayo ayo,” ucap istri penjual.

“Jangan kebanyakan nasinya ntar kegemukan. Separuh saja. Mana yang paling khas masakan ibu apa?,” tanya Fadil.

Sembari menikmati masakan si ibu, Fadil tampak santai mengajak kedua pemilik warung nasi itu berbincang. Seakan tak ada sekat pembatas kedudukan.

Bahkan Irjen Fadil menceritakan masa mudanya saat masih duduk di bangku Akademi Kepolisian. Ia kerap berlatih di sekitar wilayah tempat tinggal si ibu pemilik warung, yakni di Wonosari, Gunungkidul, DI Yogyakarta.

“Saya coba ini masakannya ibu. Rupanya beliau di Wonosari. Saya bilang dulu waktu saya 20 tahun yang lalu suka lewat situ, jalan kaki lewat Paliyan. Dulu waktu Taruna suka lewat-lewat situ latihan bu,” papar Fadil.

Tak lupa momen kala itu bahkan mengingatkan dirinya akan masa-masa masih berpangkat Letnan Dua.

“Dulu waktu saya masih Letnan Dua, makannya di terminal juga. Ini hitung-hitung nostalgia pak. Waktu dulu masih muda,” kenangnya.

Fadil memilih pesmol ikan patin sebagai lauk. Sekian kali ia memuji hasil masakan ibu pemilik warung tersebut. Bahkan saking lahapnya, Fadil seakan merasa malu dan mengaku jika kelelahan usai bermain bola.

“Tapi enak ikan patinnya,” ucap Fadil.
“Iya pak, mau dibungkus pak?,” tanya si ibu.
“Iya bu bawain sama urapnya,” tukas sang suami.
“Nuwun sewu ini. Gara-gara habis main bola, saya lapar sebenarnya. Saya sudah tahan-tahan ini enggak makan. Ini kalau enggak enak, enggak habis ini,” kelakar Fadil.

Sebagai pemimpin yang humanis dengan kerap terjun di tengah masyarakat, Fadil tak lupa untuk mendengarkan aspirasi warganya.

Bapak pemilik warung meminta agar Irjen Fadil dapat bersikap lebih tegas lagi. Sontak mendengar perintah tersebut, Fadil memberikan komando hormatnya.

“Ada nasihat enggak buat saya, pesan-pesan buat saya. Apa lagi yang harus saya kerjakan?,” tanya Fadil.

“Sifat ketegasannya ditambah terus. Iya biar aman Jakarta,” ungkap bapak pemilik warung.

“Oh, ditambah tegas lagi? Biar aman, damai, adem, sejuk ya. Oke perintah saya laksanakan,” tukas Fadil.

Momen hangat saat Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran bertandang ke Terminal Pasar Minggu. Meninggalkan pengalaman yang berkesan dan ada kejadian unik tak terduga.(Omi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.