POSKOTA.CO – Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LPPM) Universitas Nasional (Unas) menggelar konferensi internasional pertama pada tahun 2022. Kegiatan ini mengusung judul ‘International Conference on Natural Products and Chronic Diseases 2022’, yang dihelat secara daring dan luring di Auditorium Cyber Library Unas.
Kepala LPPM Unas, Ir. Nonon Saribanon, M.Si. mengatakan konferensi ini bertujuan untuk mempertemukan para akademisi dan peneliti untuk bertukar pikiran serta berbagi pengalaman mengenai hasil penelitian tentang aspek produk alami dan penyakit kronis. “Forum ini diikuti oleh akademisi dan peneliti untuk mempresentasikan dan mendiskusikan mengenai inovasi, tren, serta kekhawatiran yang dihadapi maupun solusinya di bidang produk alami dan penyakit kronis. Adapun tema yang diusung ialah Natural Products for Quality of Life, Good Health, and Well-being,” ujar Nonon, pada Jumat (8/7/2022).
“Konferensi ini merupakan kerja sama antara Unas dengan Universitas Pancasila, dan Center for Botanicals and Chronic Diseases (CBCD) School of Environmental and Biological Sciences, Rutgers, The State University of New Jersey,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Keuangan, dan SDM Unas, Prof. Dr. Drs. Eko Sugiyanto, M.Si. menuturkan bahwa kerja sama ini merupakan bukti kepedulian Unas yang berkolaborasi dengan Universitas Pancasila serta CBCD Rutgers University mengenai natural products and chronic diseases.
Professor Departement of Plant Biology School of Environmental and Biological Sciences, Rutgers University Prof. Dr. Ilya Raskin menuturkan, kolaborasi Rutgers University dengan Unas diinisiasi untuk berbagi wawasan dan mempublikasikan hasil penelitian yang telah dilakukan mengenai tumbuhan bagi kesehatan.
Director of Center for Medicinal Plants Research Prof. Dr. Ernawati Sinaga, M.S., Apt. mengatakan, para peserta workshop yang berasal dari Unas, Universitas Pancasila, dan Universitas Sriwijaya itu di training untuk bisa menggunakan metode Gibex ketika melakukan penelitian, guna mendeteksi komponen-komponen apa saja yang terdapat di dalamnya. “Dengan metode Gibex ini kami mencoba menganalisis daya ketahanan, daya antimikroba bakteri, antioksidan, dan antijamur pada tumbuhan secara cepat. Seluruh pengambilan contoh tumbuhan berfokus di area kampung Citalahab Sentral,” kata Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengabdian pada Masyarakat, dan Kerjasama Unas.
Sebagai mentor dalam menganalisa antibakteri dan antioksidan, Sarah Skubel, Ph.D. menjelaskan, setelah melakukan pencarian contoh dan mengoleksi tumbuhan, contoh diambil ekstraknya dan dihancurkan dengan menggunakan alat dremel. “Ekstrak tersebut ditambahkan cairan tertentu untuk mengetahui tanaman tersebut apakah memiliki antibakteri, antioksidan, maupun antijamur. Kita harus menunggu di hari berikutnya untuk melihat antibakterinya,” papar Sarah yang juga didampingi oleh peneliti Rutgers University, Isabel Armas, Antonia Kaz, dan Prof. Dr. Vyacheslav (Slavik) Dushenkov.
Guru Besar Universitas Pancasila Prof. Dr. Syamsudin, M. Biomed., Apt. memaparkan, kegiatan ini sangat penting untuk menggali kekayaan Indonesia mengenai tanaman obat. “Setelah kegiatan ini mudah-mudahan generasi muda memiliki minat yang tinggi untuk menggali kekayaan alam Indonesia, sehingga mampu menciptakan bahan baku obat yang unggul,” tutupnya. (miv/sir)







Komentar