oleh

Kesembuhan Pasien Covid-19 Meningkat, Angka Positif Corona Mulai Munurun

POSKOTA.CO – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah mengeluarkan persetujuan penggunaan darurat vaksin CoronaVac produksi Sinovac untuk digunakan pada kelompok lanjut usia (lansia) 60 tahun ke atas. Bersamaan itu, jumlah pasien sembuh kini juga terus meningkat, sebaliknya angka kasus positif mulai menurun.

Meski vaksinasi sudah dilakukan secara bertahap, Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Doni Monardo tetap meminta semua pihak taat menjalankan protokol kesehatan (prokes). Sebab situasi terkendali sekalipun, bisa berbalik ketika strain baru itu muncul yang bisa mereset situasi kembali ke kondisi yang sebelumnya.

Penerapan strategi testing, tracing dan treatment serta mematuhi protokol-protokol kesehatan lainnya, tetap menjadi kewajiban yang harus dijalankan seluruh masyarakat tanpa kecuali.

Persetujuan penggunaan darurat vaksin terhadap populasi lansia harus dilakukan secara hati-hati karena kelompok ini berisiko tinggi dan cenderung memiliki penyakit penyerta atau komorbid. Karenanya, proses screening menjadi sangat kritikal, sangat penting sebelum dokter memutuskan memberikan persetujuan vaksinasi.

Kesiapan tenaga kesehatan merupakan hal yang penting terutama pelaksanaan vaksinasi pada kelompok lansia. Diharapkan persetujuan vaksin untuk populasi lansia dapat menekan angka kejadian infeksi dan kematian usia lansia akibat infeksi Covid-19.

Sementara ahli patologi klinis sekaligus Direktur RS UNS, Tonang Dwi Ardyanto, mengatakan, klaim bahwa vaksin Covid-19 menyebabkan gangguan otak seperti lamban berpikir dan sulit menghapal adalah klaim yang menyesatkan. Sebab vaksin Covid-19 sudah melalui serangkaian uji coba dan dijalankan sejak puluhan tahun bahkan ratusan tahun lalu, tetapi tidak mendapati efek samping berupa gangguan otak seperti lamban berpikir dan sulit menghapal.

Dalam Surat Keputusan Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Nomor HK.02.02/4/1/2021 tentang Teknis Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Covid-19 menyebutkan reaksi yang mungkin terjadi setelah vaksinasi Covid-19 hampir sama dengan vaksin yang lain.

Satgas Penanganan Covid-19 mengingatkan, untuk menekan angka penularan sekaligus upaya pencegahan agar tidak menjadi korban. Maka, saat melakukan semua aktivitas di tengah pandemi Covid-19 harus tetap dan jangan lupa dua hal yang wajib dilakukan.

Pertama adalah upaya pencegahan agar setiap melakukan aktivitas atau harus keluar rumah untuk belanja membeli kebutuhan harian harus mematuhi protokol kesehatan 3M yaitu memakai masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan serta mencuci tangan pakai sabun atau hand sanitizer. Upayakan menggunakan transaksi nontunai saat berbelanja.

Jika harus menggunakan pembayaran tunai, segera cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir atau menggunakan hand sanitizer sesudahnya. Hindari menyentuh area wajah, terutama mata, hidung dan mulut serta segera pulang usai belanja. Jangan lupa, saat tiba di rumah, segera mandi dan berganti pakaian sebelum kontak dengan anggota keluarga yang lain di rumah.

Kedua, jangan menganggap remeh terhadap gejala yang muncul pada seseorang yang kemungkinan terpapar Covid-19. Apabila lalai dan terlambat mengenali gejala yang muncul pada orang yang terpapar Covid-19, akan menimbulkan risiko lebih tinggi karena terlambat mendapat perawatan. Saat ini banyak macam gejala Covid-19, dari yang tanpa gejala, gejala ringan, gejala sedang hingga gejala serius.

Mengalami nafas pendek atau sulit bernafas dan tidak dapat berbicara serta kehilangan mobilitas atau merasa linglung serta nyeri di dada, adalah gejala serius yang segera membutuhkan perawatan medis. Sedangkan gejala paling umum adalah, demam, batuk, kelelahan dan kehilangan kemampuan untuk merasa, mencium bau (anosmia).

Gejala yang tidak terlalu umum biasanya diawali dengan sakit tenggorokan, sakit kepala, nyeri dan diare, mata merah atau iritasi pada mata dan perubahan warna kulit dan perubahan warna pada jari tangan dan jari kaki. Apabila mengalami gejala seperti ini, segera hubungi pelayanan kesehatan terdekat, seperti puskesmas atau faskes tingkat pertama untuk berkonsultasi atau mendapatkan bantuan medis yang diperlukan.

Sementara update informasi kasus Covid-19 dari 510 kabupaten/kota di 34 provinsi wilayah Indonesia yang diperoleh Satgas Covid-19, hingga Senin (8/2/2021) pukul 12.00 WIB. Tercatat jumlah total penambahan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 dan pasien sembuh serta meninggal adalah:

  • Pasien positif +8.242, jumlah total 1.166.079 orang.
  • Pasien sembuh +13.038, jumlah total 963.028 orang.
  • Pasien meninggal +207, jumlah total 31.763 orang.

Update informasi data dari fasilitas kesehatan di 267 kelurahan yang telah dilaporkan Pemprov DKI ke Kementerian Kesehatan RI pada Senin (8/2/2021). Tercatat jumlah total kasus terkonfirmasi positif, pasien sembuh, pasien dirawat dan isolasi mandiri serta meninggal di wilayah DKI Jakarta adalah:

  • Pasien positif +3.144, jumlah total 296.969 orang.
  • Pasien meninggal +44, jumlah total 4.631 orang.
  • Pasien sembuh +3.416, jumlah total 268.785 orang.
  • Pasien dirawat -124, jumlah total 5.787 orang.
  • Isolasi mandiri -192, jumlah total 17.766 orang.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito mengatakan, penambahan kasus positif dan pasien sembuh harus menjadi perhatian semua pihak, khususnya pemerintah daerah agar konsisten dan lebih maksimal menerapkan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Harus memastikan prokes 3M atau memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak atau menghindari kerumunan dilaksanakan dengan displin yang tinggi serta memaksimalkan tindakan 3T atau testing, tracing dan treatment. (omi)

 

 23 total views

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *