oleh

Kepala BNN Kota Depok: Ada Empat Kelurahan Terbanyak Kasus Narkoba

POSKOTA. CO – Perang terhadap peredaran dan pemakaian obat terlarang seperti narkoba menjadi salah satu kegiatan pemberantasan seluruh masyarakat dan pemerintah pusat maupun daerah tidak terkecuali di Kota Depok agar anak muda atau generasi penerus tidak semakin parah terjerumus ke dunia narkoba yang membahayakan diri sendiri, teman, keluarga dan masyarakat luas lainnya.

“Untuk itu kami tidak bosan bosan mengajak dan kemberikan informasi dan edukasi ke masyarakat terlebih ibu rumah tangga yang tergabung dalam PKK maupun orang tua lainnya melalui program kelurahan binaan bersih narkoba (Bersinar) di Kota Depok, ” kata Kepala BNN Kota Depok AKBP M. Rusli Lubis didampingi Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Depok, Nessi Anisa H, Jumat (11/3/2022).

Upaya menanggani masalah pemakaian dan penyebaran narkoba di masyarakat tentunya perlu kebersamaan antar masyarakat dengan seluruh komponen yang ada tidak terkecuali Pemkot Depok dan Mapolres Metro Depok karena dari data gabungan BNN Kota Depok dan Polres Metro Depok dari 63 kelurahan ternyata ada empat kelurahan penyumbang kasus narkoba di tahun 2021 lalu.

Menurut dia, ada empat kelurahan di Kota Depok sebagai penyumbang tertinggi atau terbesar kasus narkoba di kalangan anak muda antara lain Kelurahan Depok ada sembilan kasus, Kelurahan Mekarjaya enan kasus Kelurahan Tugu lima kasus dan Kelurahan Kukusan empat kasus.

Mengatasi penyebaran tersebut tentunya Program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di setiap wilayah harus ditingkatkan termasuk program Kelurahan Bina Bersih Narkoba (Bersinar) yang melibatkan seluruh kecamatan, kelurahan, Babinsa, PKK, tokoh masyarakat, LPM, tokoh agama, forum anak, karang taruna dan masyarakat pada umumnya.

“Alhamdulillah tahun ini program sudah berjalan di Kelurahan Abadi Jaya, di sana kami berdasarkan rekomendasi Pokja Kelurahan Bersinar Abadijaya mengundang 10 keluarga, yang terdiri dari ibu dan ayah. Nantinya mereka akan diberikan keterampilan cara menghindari dan menolak jika ada penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala DP3AP2KB Kota Depok, Nessi Anisa Handari, mengatakan keluarga memiliki peranan yang sangat penting dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba. “Katahanan keluarga dapat menjadi benteng menghadang segala berbagai macam persoalan sosial termasuk penyalahgunaan narkoba, ” katanya.

Pihaknya, tambah dia, juga sudah memiliki Memorandum of Understanding (MOU) dengan BNN untuk melaksanakan P4GN melalui Ketahanan Keluarga. Termasuk juga mengintegrasikan kehadiran Pokja Bersinar semua itu guna mengoptimalkan program Ketahanan Keluarga di Kota Depok, katanya. (anton/sir)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *