oleh

Kapolda Metro Jaya Apresiasi Jajaran Polsek Bojonggede Cegah Tawuran Remaja

POSKOTA. CO – Tindak kriminal terlebih aksi tawuran antar remaja di bulan suci Ramadhan mendapatkan perhatian khusus jajaran kepolisian terlebih Kapolda Metro Jaya yang meminta seluruh jajarannya selama 24 jam memantau kawasan rawan tawuran termasuk di wilayah Mapolres Metro Depok.

“Saya sangat mengapresiasi anggota di Polsek Bojonggede dan tim perintis presisi Mapolres Metro Depok yang berhasil melakukan pencegahan terjadinya aksi tawuran antar kelompok remaja maupun pemuda hari Minggu dini hari (3/5) sekitar Pk. 03:00,” kata Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Mohammad Fadik Imran didampingi Kapolres Metro Depok Kombes Pol. Imran Edwin Siregar saat memberikan hadiah sepeda motor KLX kepada Kapolsek. Bojonggede AKP Dwi B, Selasa (5/4/2022) malam.

Kedatangan atau kehadiran Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Mohammad Fadil Imran terkait adanya informasi keberhasilan anggota di jajaran Polsek Bojonggede bersama Tim Perintis Presisi Mapolres Metro Depok mencegah terjadi aksi tawuran antar remaja.

Ini suatu kemajuan dalam melakukan langkah-langkah kepolisian mencegah terjadinya tawuran dan ini patut diberi apresiasi, katanya yang mengingatkan seluruh anggota kepolisian di seluruh wilayah hukum Polda Metro Jaya untuk siaga 24 jam sesuai program Polda Metro Jaya yaitu ‘Ada Polisi’.

Menurut dia, keberadaan Program ‘Ada Polisi’ bertujuan untuk mencegah terjadinya tawuran yang akhir-akhir ini marak dilakukan kelompok remaja yang sering menimbulkan gangguan Kamtibmas.

Tidak hanya berupaya mencegah aksi tawuran saja, imbuh dia, program ‘Ada Polisi’juga melakukan pendataan kelompok kelompok remaja yang kerap melakukan aksi tawiran dan dimasukkan ke database. “Setelah didata dan dimasukan ke data base anggota kepolisiannjuga mendatangi keluarganya di datakan anaknya apa yang menjadi masalah,” ujarnya.

Dari database ini melalui kombinasi dari program Ada Polisi dan program Patroli Perintis Presisi membuahkan hasil dengan berhasil mencegah tawuran di wilayah Bojonggede.

Untuk masalah penangganan kasus tawuran dilakukan secara pendekatan oleh anggota kepolisian yakni turun ke grace root melakukan sosialisasi lalu disambangi setiap malam.

“Kalau kemaren menunggu ada tawuran bari kita turun, sekarang tidak. Kita datangi, kita edukasi lalu kita sambangi tiap malam,” tutur M. Fadil yang menambahkan keberhasilan mencegah aksi tawuran tentunya hasil kolaborasi antara Polsek Bojonggede dengang Koramil, Camat dan Kepala Desa yang diharapkan bisa menjadi contoh bagi seluruh kecamatan di wilayah hukum Polda Metro Jaya. (anton/sir)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.