oleh

Dedie dan Istri Menteri Investasi Resmikan Rumah Tahfidz Hanida

POSKOTA. CO – Upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor untuk mengentaskan angka buta huruf Al – Quran terus mendapat dukungan. Kali ini, dukungan datang dari istri Menteri Investasi, Bahlil Lahadalia, Sri Suparni Bahlil.

Lewat Hanida Foundation, Sri Bahlil secara resmi membuka rumah tahfidz Hanida di area RW 08, Kelurahan Kedung Halang.

Pembukaan rumah tahfidz yang didampingi Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim diharapkan menjadi sarana baru untuk meningkatkan kualitas warga Kota Bogor. Terutama didalam pengetahuan keagamaan, khususnya membaca Al – Quran.

“Launching rumah tahfidz ini mudah – mudahan lebih memberikan penguatan kepada anak – anak kita, terutama tentang etika dan moral dalam agama Islam. Apalagi di bulan Ramadan ini,” kata Dedie.

Selain itu, rumah tahfidz Hanida juga bisa menjadi wadah anak – anak di Kota Bogor untuk meningkatkan akhlak dan cita – cita yang tinggi. Sehingga niat Kota Bogor untuk menjadi kota yang beriman bisa terwujud.

“Jadi terima kasih yang sedalam dalamnya, penghargaan yang setinggi – tingginya. Mudah – mudahan apa yang diniatkan dapat terwujud dan kita semua diberikan keberkahan oleh Allah SWT,” tambah Dedie.

Ditempat yang sama, Sri Suparni Bahlil yang merupakan istri dari Menteri Investasi dan juga Ketua Dewan Pembina Hanida Foundation mengungkapkan, program rumah tahfidz ini memang menjadi salah satu program dari yayasan yang ia kelola..

“Dengan berdirinya rumah tahfidz Hanida ini mudah – mudahan senantiasa memberi manfaat khususnya yang ada di Kedung Halang. Bahkan kedepan kita ingin memberi kontribusi buat masyarakat lainnya bukan hanya disini,” beber Sri.

Rumah tahfidz ini merupakan program pertama dari bidang keagamaan yang ada di Hanida Foundation. Disisi lain, program utamanya yakni sosial kemasyarakatan. Kota Bogor, diakui Sri, menjadi bagian dalam program – program yang ada di Hanida Foundation.

“Tentunya juga melihat situasi yang ada saat ini, bagaimana kita harus bersama bergerak bersama mengurus untuk memaksimalkan program yang ada. Tentu kita memerlukan support dari Pemerintah Kota Bogor,” kata Sri. (yopi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *