Assalamu’alaikum Warahmatullohi Wabarokatuh. Pembaca poskota.co yang dirahmati Allah SWT.
نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ ، الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ
Ada dua kenikmatan yang banyak manusia tertipu, yaitu nikmat sehat dan waktu senggang.
(HR. Bukhari)
Saudaraku ….
Barangsiapa yang memiliki dua nikmat yakni nikmat waktu senggang dan nikmat sehat, hendaklah bersyukur pada Allah atas nikmat yang diberikan.
Bersyukur hakikatnya melaksanakan setiap perintah dan menjauhi setiap larangan Allah. Siapa yang luput dari syukur seperti ini, maka merekalah yang disebut tertipu.
Saudaraku ….
Terkadang manusia berada dalam kondisi sehat, namun ia tidak memiliki waktu luang karena sibuk dengan urusan dunianya. Dan terkadang pula seseorang memiliki waktu luang, namun ia dalam kondisi tidak sehat. Apabila terkumpul pada manusia waktu luang dan nikmat sehat, sungguh akan datang rasa malas dalam melakukan amalan ketaatan, tentu inilah manusia yang telah tertipu (terperdaya).
Intinya, dunia adalah ladang beramal untuk menuai hasil di akhirat kelak. Dunia adalah tempat kita menjajakan barang dagangan, sedangkan keuntungannya akan diraih di akhirat nanti.
Siapa yang memanfaatkan waktu luang dan nikmat sehat untuk melakukan ketaatan, maka dialah yang akan berbahagia.
Sebaliknya, siapa memanfaatkan keduanya dalam maksiat, dialah yang betul-betul tertipu.
Tausiyah Rajab 1442 H.
Dr.H. Masyhuril Khamis
* Sekjen PB Al Washliyah.
* Pengurus MUI Pusat







Komentar