oleh

50 Bus Transjakarta Terbakar di Pool Rawa Buaya, Kadishub Syafrin: Itu sudah Dilelang dan Bukan Milik Kami Lagi

JAKARTA – Sebanyak 50-an rongsokan bus Transjakarta yang berada di Pool Terminal Rawa Buaya di Jl Lingkar Luar Barat, Kelurahan Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat, ludes terbakar, Selasa (10/6). Kebakaran yang diduga berasal dari api pengelasan untuk memotong-motong bodi bus dilaporkan tidak ada korban jiwa.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Daerah Khusus Jakarta (DKJ) Syafrin menjelaskan bahwa puluhan bus yang berada di pool merangkap Terminal Rawa Buaya bukan milik Pemprov DKJ maupun PT Transjakarta lagi. “Ratusan bus rongsok yang berada di area Pool Rawa Buaya kepemilikannya ada pada perusahaan yang memenangkan lelang eks armada bus Transjakarta,” kata Syafrin kepada wartawan di Jakarta.

Jadi, bus-bus tersebut sudah tidak laik jalan karena faktor usia maupun kondisi, sudah dilakukan penghapusan aset. Kemudian bangkai bus tersebut dilepas melalui lelang yang dimenangkan oleh salah satu perusahaan. Selanjutnya bus-bus yang masih berada di area pool maupun terminal tersebut mulai dipotong-potong oleh sejumlah tukang las. Namun percikan api las menyambar komponen bus yang mudah terbakar. Ditambah lagi angin sedang berhembus kencang sehingga api menjalar ke bus-bus lainnya.

Syafrin menjelaskan dalam insiden ini terdapat 50-an bangkai bus yang terbakar. “Di lokasi tersebut terdapat 104 unit bus rongsok. Adapun yang terbakar sekitar 50-an, termasuk beberapa unit yang terbakar ringan,” jelas Syafrin. Sebanyak 104 bus tersebut merupakan bagian dari 471 unit yang telah dilakukan penghapusan aset dan dilelang kepada masyarakat. Dari insiden ini dilaporkan tidak ada korban jiwa.

Plt. Kepala Sudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Barat, Suheri menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan peristiwa kebakaran sekitar pukul 14.40 WIB. “Kami langsung mengerahkan sebanyak 18 unit mobil Damkar dan 90 personel. Kebakaran berhasil diatasi sekitar satu jam kemudian. Penyebab kebakaran diduga akibat percikan api dari aktivitas pengelasan yang menyambar bahan-bahan yang mudah terbakar,” ujarnya. 

Dari lokasi kebakaran, seorang petugas Sudis Perhubungan Jakarta Barat, Abdul Rahman menambahkan dari awal pekerja pemotongan bodi bus sudah berusaha memadamkan api pakai APAR. “Namun angin cukup kencang sehingga percikan api dengan cepat melahap bahan yang mudah terbakar di sekitarnya sehingga terjadi kobaran api yang cukup besar,” ucapnya. (jo)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *