oleh

Kapolda Irjen Fadil Imran Gelorakan Jakarta Bermasker Lawan Covid-19

POSKOTA.CO–Angka positif terkonfirmasi Covid-19 di wilayah DKI Jakarta terus meningkat dari hari kehari. Berbagai upaya telah dilakukan guna menekan dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19, namun belum membuahkan hasil yang maksimal.

Semua pihak harus bertindak, bekerja bahu membahu demi menyelamatkan warga Ibu Kota dari ancaman virus Corona. Jika dibiarkan, dalam waktu singkat diperkirakan seluruh rumah sakit tidak bakal sanggung menampung pasien Covid-19.

Penyebab tingginya angka penularan Covid-19 di Jakarta diduga akibat kurangnya disiplin masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan (prokes), yakni 3 M (menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak).

Melihat kondisi ini, Kapolda Metro Jaya Irjen Dr M. Fadil Imran bersama Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurrahman dan jajaran Polda Metro Jaya turun langsung ke lapangan untuk memantau situasi di tengah tengah masyarakat Ibu Kota. Hasilnya, ketidak disiplinan warga dalam menjalankan prokes menjadi salah satu penyebab Provinsi DKI Jakarta tercatat sebagai wilayah paling tinggi kasus positif Covid-19 di Tanah Air.

Sebagai Kapolda Metro Jaya, Irjen Fadil Imran tidak mau berpangku tangan di kantor menunggu laporan anak buah. Awalnya program pertama yang gagas Irjen Fadil mendirikan ratusan Kampung Tangguh Jaya disejumlah wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Tujuannya untuk mendidik masyarakat sampai ke tingkat paling bawah, yakni RT mau pun RW agar disiplin menjalankan prokes masa pandemi Covid-19. Bahkan Kampung Tangguh Jaya hasil gagasan Irjen Fadil Imran kini diadopsi Kapolri Jenderal Listyo Sigit yang mengintruksikan kepada seluruh Kapolda di Tanah Air untuk membentuk Kampung Tangguh Nusantara guna membantu pemerintah memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Tidak cukup hanya dengan mendirikan ratusan Kampung Tangguh Jaya, Irjen Fadil Imran bersama Pangdam Jaya kini menggelorakan kampanye Jakarta Bermasker. Sejumlah pasar tradisional yang ada di wilayah Jakarta didatangi satu persatu oleh Irjen Fadil untuk mengajak para pengunjung dan pedagang pasar agar selalu menggunakan masker.

Bukan hanya sekedar kampanye Jakarta Bermasker saja, setiap kedatangannya di pasar pasar seperti, Pasar Kalibata Utara, Pancoran, Jakarta Selatan, Pasar Petak Sembilan, Pasar Glidok, Taman Sari, Jakarta Barat dan Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat selalu membawa ratusan ribu masker yang dibagi bagikan kepada pengunjung dan pedagang pasar.

Kampanya Jakarta Bermasker juga dilakukan Irjen Fadil di Stasiun KA Kota, Jakarta Barat dan stasiun KA lainnya. Kampanye Jakarta Bermasker terus digelorakan di tempat yang menjadi perhatian publik di Jakarta dan sekitarnya.

Bahkan, Rabu (3/2/2021) Polda Metro Jaya bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melaunching gerakan Jakarta Bermasker. Getakan ini merupakan bentuk program Polda Metro Jaya untuk menurunkan angka penyebaran virus Corona di Jakarta.

Pemprov DKI Jakarta sendiri mengapresiasi program tersebut. Acara launching gerakan Jakarta Bermasker berlangsung di Polda Metro Jaya dengan dihadiri oleh Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Dalam acara itu, Polda Metro Jaya melaunching logo dari Jakarta Bermasker. “Baru saja kami Forkompinda DKI yang juga diikuti oleh Forkompinda wilayah penyangga DKI, Wali Kota Tangerang, Wali Kota Tangsel, Wali Kota Depok, Wali Kota Bekasi Kota dan Bupati Bekasi kita melaunching kembali gerakan Jakarta Bermasker,” kata Fadil Imran.

Menurut mantan Kapolda Jawa Timur ini, program Jakarta Bermasker sebagai bentuk ikhtiar untuk menurunkan angka penyebaran virus Corona khususnya di wilayah Jakarta. Program ini juga bertujuan untuk mengingatkan kembali terkait pentingnya penggunaan masker.

Irjen Fadil Imran juga telah mengukuhkan Dai Kamtibmas yang terdiri dari para ulama se Jakarta. Para ulama sepakat akan mensukseskan Jakarta Bermasker demi menekan angka penularan Covid-19 yang semakin liar. Para totoh agama berjanji akan mengkampanyekan pentingnya kamtibmas dan Jakarta Bermasker dari mesjid ke mesjid.

Seperti diketahui, Polda Metro Jaya memiliki tiga program untuk menekan angka penyebaran virus corona. Program itu antara lain Kampung Tangguh, Jakarta Bermasker dengan membagikan minimal 100 ribu masker gratis hingga rapid antigen dan swab anti body di secara gratis bagi warga tidak mampu di polsek-polsek wialayah hukum Polda Metro Jaya.

Program swab Antigen gratis digelar setiap hari Senin dan Kamis dengan menyiakan 100 alat tes gratis. Masyarakat tidak mampu bisa mendaftarkan diri untuk dilakukan tes virus mematikan itu.

Timbul pertanyaan kenapa kita harus memakai masker? Hasil penelitian ilmiah membuktikan, memakai masker sangat bermanfaat untuk mencegah penularan virus Covid-19. Sebab, mengenakan masker tidak hanya melindungi pemakainya dan orang di sekitarnya dari ancaman Covid-19, tetapi masyarakat secara luas.

Artinya, penyebaran virus ini dapat dikendalikan ketika semua orang benar-benar konsisten untuk memakai masker saat sedang berpergian. Dalam sebuah laporan ilmiah yang dikeluarkan oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat ( CDC) merekomendasikan agar orang-orang tetap memakai masker.

Alasannya, virus Covid-19 dapat ditularkan oleh orang-orang tanpa gejala yang tidak menyadari dirinya terinfeksi. Kelompok ini diperkirakan bertanggung jawab atas lebih dari 50 persen penularan Covid-19 di dunia.

CDC mengatakan, masker berguna untuk memblokade partikel sarat virus yang mungkin dipancarkan oleh orang yang terinfeksi. Bahkan dokter penyakit menular dari University of California, San Francisco, Dr Monica Gandhi mengapresiasi temuan dari CDC. Masker bisa juga dipakai untuk mengurangi tingkat keparahan penyakit orang-orang yang terinfeksi Covid-19.

Dalam laporan ilmiah terbarunya, CDC meninjau bukti epidemiologi dan observasi tentang penggunaan masker, serta penyebaran virus corona. Mereka melakukan studi terhadap 124 rumah tangga di Beijing, China, di mana setidaknya satu orang memiliki kasus Covid-19 yang terkonfirmasi.

Hasilnya, ketika semua orang di rumah memakai masker sebelum orang yang terinfeksi mulai menunjukkan gejala, risiko penularan berkurang hingga 79 persen. Studi lain pada 1.000 orang yang melakukan kontak dengan kelompok yang terinfeksi di Thailand juga menjadi sorotan CDC.

Hasil studi tersebut menyimpulkan, orang-orang yang selalu memakai masker selama eksposur tinggi memiliki risiko 70 persen lebih rendah terinfeksi dibandingkan dengan mereka yang tidak memakai masker.

Bukti lain pada penelitian menemukan, ketika pemakaian masker diterapkan secara ketat dalam penerbangan jarak jauh, penumpang yang terinfeksi tidak menularkan virus ke orang lain di pesawat. Bahkan beberapa penelitian turut mengonfirmasi manfaat memakai masker bagi komunitas secara luas.(Omi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *