POSKOTA.CO – Belasan lapak pedagang kardus yang bertengger di atas trotoar atau pedestrian, Jalan KH. Wahid Hasyim, Tanah Abang, Jakarta Pusat dicuekin aparat kelurahan dan kecamatan setempat. Meski begitu, keberadaannya dikeluhkan masyarakat pejalan kaki.
Pantauan, di lokasi, lapak-lapak pedagang kardus ini bebas menaruh kardus semaunya di atas trotoar dengan cara ditumpuk hingga menghalangi pejalan kaki yang melintas.
“Trotoar Jalan KH. Wahid Hasyim ini jadi lapak pedagang kardus malah dibiarkan aparat setempat. Padahal, fungsi trotoar ini untuk pejalan kaki. Itu kardus ditumpuk kayak gunung di atas trotoar jadi susah jalan kaki di sini karena terhalang kardus pedagang itu,” keluh Firman (47) warga Kecamatan Tanah Abang.

Hal senada juga dilontarkan, Arifin pejalan kaki lainnya, dia berharap kardus yang ditumpuk di atas trotoar telah merampas hak pejalan kaki.
“Jadi nggak nyamanlah fungsi trotoar jadi lapak. Harusnya ditertibkan aparat kelurahan dan kecamatan karena trotoar itu sarana untuk pejalan kaki,” tandasnya.
Tokoh masyarakat Jakarta Pusat, Budiman mengatakan, keberadaan pedagang yang memanfaatkan troatoar untuk berjualan jangan sampai dibiarkan pemerintah setempat.
Banyak pelanggaran-pelanggaran yang harus ditertibkan Satpol PP DKI Jakarta, akan terapi Satpol PP hanya razia masker yang terkesan dilakukan dengan rutin.
Ditambahkan tokoh ini, penegakan Peraturan Daeah (Perda) nomor: 8 tahun 2007 tentang Ketentraman dan Ketertiban Umum (Trantibum) dilakukan terhadap pedagang bukan malah dibiarkan.
Padahal, secara kasat mata, kata dia banyak pelanggaran lainnya seperti PKL yang berdagang di atas trotoar tapi tidak dilakukan penertiban. “Apakah pandemi Covid 19 menjadi alasan tidak ditertibkan. Sebaiknya tidak menjadi alasan untuk penertiban. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta seperti nya juga sudah tahu keberadaan PKL tersebut sudah sebelum wabah pandemi Covid 19,” tandasnya.
Sementara itu, Sekretaris Camat (Sekcam) Tanah Abang, Tami akan menindaklanjuti infomasi pedagang kardus sepanjang trotoar, Jalan KH. Wahid Hasyim agar ditertbkan. “Monitor lagi dicek wilayah,” singkatnya melalui ponsel. (van/sir)







Komentar