oleh

Komitmen Menuju Kota Global, Pramono: Jakarta Butuh Kepercayaan Publik dan Kepastian Iklim Investasi

JAKARTA – Pemprov DKI Jakarta berkomitmen memperkuat kepercayaan publik dan kepastian iklim investasi yang aman nyaman dalam upaya transformasi menuju kota global. Untuk mewujudkan hal itu butuh dukungan dari semua pihak, termasuk unsur TNI dan Polri selalu pengelola keamanan.

Jakarta harus bebas dari aksi premanisme dan praktik pungli dalam semua aktivitas bisnis, baik pemodal dalam negeri maupun asing. Dengan terwujudnya Jakarta yang kondusif dan nyaman berusaha, maka pemerintah semakin mudah mendorong Jakarta menuju kota global.

Hal itu disampaikan Gubernur DKI Pramono Anung usai menghadiri Jakarta Investment Awards (JIA) 2026 di Hotel The Westin Jakarta, Jakarta Selatan, Selasa (15/9). “Dengan menyongsong Jakarta 500 tahun, mari kita buat Jakarta menjadi kota yang lebih baik, lebih aman, lebih nyaman, dan sekaligus membangun kepercayaan dunia agar mereka datang berinvestasi di Jakarta,” ujar Pramono.

Ia menargetkan peringkat Global Cities Index Jakarta pada 2030 berada di jajaran 50 besar. “Saat ini Jakarta masih berada di peringkat 70 kota dunia. Karena itu, Pemprov DKI pun fokus untuk memperbaiki berbagai hambatan sehingga dapat memberikan kepastian terhadap investor,” papar Pramono di hadapan para undangan yang didominasi kalangan pengusaha.

Salah satunya yakni perbaikan pengurusan perizinan seperti Koefisien Lantai Bangunan (KLB) dan Sertifikat Laik Fungsi (SLF) yang kini hanya membutuhkan waktu maksimal 15 hari kerja. Perbaikan birokrasi pemerintahan ini mendorong kepercayaan investasi dan peningkatan pembangunan di Jakarta yang pembiayaannya tanpa membebani APBD.

“Sama sekali tidak menggunakan dana APBD. Dari mana? Strategic partner!Kenapa bisa? Kepercayaan yang dibangun dengan trust, termasuk pembangunan di Taman Semanggi akan menarik minat investor lain,” kata Pramono.

Realisasi investasi di Jakarta bahkan mengalami peningkatan dari sekitar Rp103 triliun pada 2021 menjadi Rp270 triliun pada 2025. Tren positif pertumbuhan investasi inipun berlanjut hingga kuartal kedua 2026 yang telah mencapai Rp173 triliun.

Saat ini, investasi di Jakarta berkontribusi sekitar 17,2 persen terhadap nasional dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sebesar 5,52 persen. “Tingkat kepercayaan publik ini juga memberikan dampak positif di sektor pariwisata dan penyelenggaraan even internasional. Untuk mengukur kepercayaan publik itu sederhana. Enggak mungkin yang namanya BTS tanggal 26, 27, 29 Desember main tiga hari, kalau Jakarta enggak aman, nyaman, enggak mungkin,” tandas Pramono.

Termasuk dua minggu lagi, sambung Pramono, yang namanya The Weekend itu main di JIS,” kata dia. Dalam acara ini, Gubernur mengapresiasi para pelaku dunia usaha yang turut membangun Jakarta melalui investasinya. Ia berharap, Jakarta bisa menampilkan wajah yang lebih ramah, transparan, dan dipercaya oleh dunia internasional.

“Secara khusus saya ingin menyampaikan terima kasih untuk itu. Karena saya meyakini, tanpa investasi di Jakarta, tanpa kepercayaan publik, wajah Jakarta tidak seperti sekarang ini,” pungkasnya. (jo)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *