SURABAYA – Korps Marinir TNI Angkatan Laut bergerak cepat merespons bencana gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Sebanyak 217 personel dari Pasmar 2 Surabaya diberangkatkan dalam Satgas Penanggulangan Bencana Alam (Gulbencal) menuju lokasi terdampak pada Selasa (18/8/2026).
Gempa dangkal sedalam 15 kilometer yang berpusat di 30 kilometer timur laut Mbay, Nagekeo, Sabtu (15/8/2026) lalu melumpuhkan sebagian wilayah Flores. Pengerahan pasukan ini merupakan instruksi langsung Komandan Korps Marinir (Dankormar) Letnan Jenderal TNI (Mar) Dr. Endi Supardi, S.E., M.M., M.Tr.Opsla., CHRMP., CRMP., guna mempercepat pemulihan infrastruktur dan pelayanan medis warga.
Pasukan gabungan tersebut terdiri atas unsur Zeni Konstruksi, kesehatan lapangan, dukungan dapur lapangan, komunikasi, hingga angkutan. Selain kekuatan personel, Korps Marinir mengerahkan armada alat berat seperti dozer, excavator, dump truck, ambulans, serta perlengkapan logistik darurat.
Tak hanya fokus pada pemulihan fisik, Satgas Gulbencal juga mengangkut sekitar 3 ton bantuan sosial. Logistik mencakup 2 ton bahan pangan pokok, makanan siap saji, kebutuhan spesifik ibu dan bayi, selimut, pakaian, hingga perlengkapan ibadah.
Seluruh personel dan material diangkut menggunakan KRI SHS melalui Dermaga Semampir Koarmada II Surabaya, dan dijadwalkan sandar di Pelabuhan Reo, Kabupaten Manggarai, pada Jumat (21/8/2026) pagi.
Dankormar menegaskan, aksi cepat ini merupakan komitmen nyata TNI AL untuk berada di tengah masyarakat saat situasi kritis.
”Prajurit Petarung Korps Marinir harus selalu hadir ketika rakyat membutuhkan. Kami hadir untuk membantu, melindungi, dan meringankan beban saudara-saudara kita di Flores,” tegas Letjen TNI (Mar) Endi Supardi. (aga/fs)








Komentar