oleh

Ijazah Lulusan SMKN 61 Jakarta Kepulauan Seribu Diakui di Dunia Maritim Internasional

JAKARTA-Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 61 Jakarta yang berlokasi di Pulau Tidung, Kabupaten Adm. Kepulauan Seribu, Provinsi DKI Jakarta, terus memantapkan posisinya sebagai lembaga pendidikan vokasi maritim unggulan. Dengan lima program keahlian yang ditawarkan, tiga di antaranya telah mendapatkan approval sehingga ijazah lulusannya diakui di dunia maritim internasional.

“Pengakuan tersebut membuat para siswa lulusan SMKN 61 Jakarta dapat memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan karier yang matang ke depannya di dunia maritim internasional,” kata Kepala Suku Dinas Pendidikan Kepulauan Seribu, Muhammad Thohari didampingi Kepala Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat (BKHM), Kemendikdasmen Yudhistira Nugraha saat menerima kunjungan Forum Wartawan Pendidikan (Fortadik) di Pulau Tidung, Kabupaten Adm. Kepulauan Seribu, Kamis (25/06/2026).

Kepala Suku Dinas Pendidikan Kepulauan Seribu, Muhammad Thohari.

Sebelum mendapatkan sertifikat approval para lulusan SMKN 61 Kepulauan S+eribu hanya bisa bekerja sebagai  ABK (anak buah kapal). Dengan adanya sertifikat approval maka para lulusan sekolah ini nantinya bisa menjadi pimpinan seperti nakhoda atau kapten kapal.

“Nantinya mereka juga bisa bersaing di tingkat global seperti di UEA, Jepang atau Eropa jika ingin berkarier di tingkat internasional,” tambah,” tambah  Thohari.

Menurut Thohari, Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 61 Jakarta yang berlokasi di Pulau Tidung, Kabupaten Adm. Kepulauan Seribu, Provinsi DKI Jakarta merupakan lembaga pendidikan vokasi maritim unggulan. Sekolah ini membuka lima program keahlian masing-masing Nautika Kapal Niaga, Teknika Kapal Niaga, Nautika Kapal Penangkapan Ikan, Agribisnis Perikanan Air Payau dan Laut, serta Kuliner.

Dari kelima program studi ini tiga diantaranya yakni Nautika Kapal Niaga, Teknika Kapal Niaga, dan Nautika Kapal Penangkapan Ikan telah mengantongi pengakuan internasional (approval) dimana status ini menjadikan ijazah para lulusan ketiga jurusan tersebut diterima di industri pelayaran global sesuai standar International Convention on Standards of Training, Certification and Watchkeeping for Seafarers (STCW).

Fokus Kerja di Luar Negeri

Kepala SMKN 61 Jakarta, Kepulauan Seribu Firdaus.

Kepala SMKN 61 Jakarta, Firdaus, mengatakan pihaknya saat ini memang fokus memperluas peluang kerja lulusan ke luar negeri, khususnya Jepang. Program tersebut dilakukan melalui kerja sama dengan lembaga pelatihan kerja serta dukungan program dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

“Kalau di dalam negeri kan biasa, tapi kita memang fokusnya ke pekerjaan di luar negeri untuk belakangan ini. Salah satunya Jepang,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, pada 2026 ini sudah ada 10 siswa yang sedang dipersiapkan untuk mengikuti program penempatan kerja ke Jepang. Para siswa tersebut menjalani proses pelatihan dan akan diberangkatkan setelah memenuhi persyaratan yang ditentukan.

“10 orang itu ke luar negeri melalui bantuan kementerian. Jadi karena metode bantuannya itu, siswa akan lebih mudah untuk ke luar negeri,” katanya.

Para lulusan yang bekerja di Jepang tidak hanya berasal dari satu bidang pekerjaan. Penempatan menyesuaikan kebutuhan industri, mulai dari sektor agribisnis perikanan, konstruksi, hingga bidang lainnya.

“Macam-macam, ada yang agribisnis perikanan, ada yang konstruksi. Memang tidak mutlak harus linier dengan bidang kompetensi yang ada di sekolah. Biasanya sesuai dengan kebutuhan yang ada di industri,” jelasnya.

Saat ini, SMKN 61 Jakarta telah memiliki beberapa mitra untuk mendukung peluang kerja luar negeri. Khusus untuk Jepang, terdapat tiga mitra yang sudah berjalan, seperti Jish hingga Breksa.

Proses pemberangkatan dilakukan secara bertahap karena siswa harus melalui pelatihan terlebih dahulu. Selain kompetensi kerja, kemampuan bahasa Jepang juga menjadi salah satu persiapan utama.

“Bahasa Jepang disiapkan. Biasanya difokuskan saat kelas 12 dan dilanjutkan ketika pelatihan sebelum keberangkatan,” ujarnya.

Selain kemampuan teknis, SMKN 61 Jakarta membekali siswa dengan sistem pendidikan ketarunaan. Pola pendidikan ini bertujuan membentuk kedisiplinan, tanggung jawab, serta kemandirian siswa sebelum masuk dunia kerja.

Salah satu tantangan terbesar ketika siswa bekerja di luar negeri adalah kesiapan mental untuk hidup jauh dari keluarga. “Yang jadi masalah ketika siswa berangkat ke luar negeri adalah kemandirian. Kemandirian yang tidak bisa jauh dari orang tua,” katanya.

Karena itu, lingkungan sekolah yang menerapkan sistem asrama dan pembinaan karakter. Sistem ini dipercaya menjadi salah satu cara untuk melatih siswa agar lebih siap menghadapi kehidupan di luar negeri.

Salah seorang siswi SMKN 61 Kepulauan Seribu Jessica mengaku sejak lama berkeinginan untuk bisa belajar di sekolah ini. Pasalnya SMKN 61 Kepulauan Seribu berada di tengah kepulauan sehingga diharapkan bisa lebih banyak praktik mengingat letaknya yang tidak jauh dari Pantai.

“Karena berada di tengah kepulauan sehingga secara tidak langsung kami bisa terus belajar memahami karakteristik lautan mulai dari kondisi cuaca, arus laut, ekosistem perairan, sehingga akan sangat membantu saat bekerja di bidang kemaritiman nanti,” ujarnya. (fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *