oleh

LDII Ajak Warga Jadikan Kurban Momentum Kepedulian Sosial dan Lingkungan

JAKARTA – Ketua Umum DPP Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Dody Taufiq Wijaya menegaskan, ibadah kurban merupakan ritual ibadah tertinggi di bulan Zulhijah yang bukan hanya menjadi wujud ketakwaan kepada Allah SWT, tetapi juga sarana memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat.

Menurut Dody, semangat kurban harus dimaknai lebih luas sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama sekaligus mempererat hubungan antarmanusia melalui budaya gotong royong dan berbagi. “Ibadah kurban merupakan teladan ketakwaan, pengorbanan, kesyukuran, dan keikhlasan Nabi Ibrahim AS kepada Allah SWT. Kurban juga menjadi ibadah yang selalu dinanti umat Islam karena penuh keberkahan,” ujar Dody, di Jakarta, Rabu (27/5/2026).

Ia menambahkan, di era modern saat ini, kurban bukan sekadar ritual tahunan, melainkan simbol keikhlasan dan kepedulian sosial yang mampu membantu masyarakat yang membutuhkan. “Kurban adalah simbol ketakwaan dan kepedulian sosial. Nilainya sangat penting untuk memperkuat solidaritas serta membangun kebersamaan di lingkungan masyarakat,” katanya.

Untuk memperluas manfaat kurban, DPP LDII menggerakkan seluruh jajaran organisasi mulai tingkat DPW, DPD, hingga Pengurus Cabang (PC) dan Pengurus Anak Cabang (PAC) agar aktif menjadi pelaksana kurban di wilayah masing-masing.

Dody menegaskan, langkah tersebut dilakukan agar distribusi daging kurban lebih merata dan tepat sasaran, khususnya bagi masyarakat di tingkat akar rumput. “Kami mendorong PC dan PAC LDII di seluruh Indonesia menjadi garda terdepan dalam pelaksanaan kurban. Dengan pendekatan berbasis komunitas, manfaat kurban bisa lebih dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Tak hanya itu, LDII tahun ini kembali mengusung konsep kurban ramah lingkungan. Seluruh warga LDII diinstruksikan melaksanakan penyembelihan hewan kurban secara bersih, sehat, sesuai syariat, dan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan.
Penggunaan plastik sekali pakai dalam pembagian daging kurban juga diminta dikurangi.

Sebagai gantinya, LDII mendorong penggunaan kantong ramah lingkungan maupun plastik daur ulang. “Semangat ibadah kurban harus sejalan dengan kepedulian terhadap lingkungan. Karena itu kami mendorong penggunaan wadah yang lebih ramah lingkungan dalam distribusi daging kurban,” jelas Dody.

Selain itu, LDII juga menekankan pentingnya menjaga standar kesehatan dan kebersihan dalam proses penyembelihan. Hewan kurban dipastikan sehat, lokasi penyembelihan dijaga higienis, serta limbah hasil penyembelihan wajib dikelola dengan baik agar tidak mencemari lingkungan. “Kurban yang baik harus sah secara syariat, higienis, tertib, dan memperhatikan kesehatan masyarakat. Limbah penyembelihan juga harus dikelola dengan benar agar tidak menimbulkan pencemaran,” tegasnya.

Melalui momentum Idul Adha, DPP LDII mengajak masyarakat memperkuat budaya gotong royong, kepedulian sosial, sekaligus kesadaran menjaga lingkungan demi menghadirkan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat luas. (din)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *