JAKARTA – Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak meraih penghargaan tertinggi sebagai Insan Inspiratif dan Kepemimpinan TNI AD Bidang Agroforestry, Pengairan, dan Teritori Pangan pada ajang Panen Fest 2026 di Taman Lapangan Banteng, Jakarta Pusat. Penghargaan ini merupakan bentuk pengakuan publik atas keberhasilan TNI AD mengubah ribuan hektare lahan tidur menjadi lumbung pangan produktif.
Menanggapi penghargaan tersebut, Jenderal Maruli menyatakan bahwa apresiasi ini adalah kehormatan bagi seluruh prajurit TNI AD yang berkeringat di lapangan. Ia menegaskan, meski ketahanan pangan bukan tugas pokok militer, program ini wajib terus dikembangkan demi kesejahteraan rakyat.
Dalam ajang yang sama, apresiasi juga diberikan kepada Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Hediyati Heriyadi dan Direktur Utama Perum Bulog Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani atas sinergi mereka dalam menyukseskan program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
Pada Apel Komandan Satuan (Dansat) TNI AD 2026 di Universitas Pertahanan, Sentul, Jenderal Maruli memaparkan cetak biru tiga program strategis yang lahir langsung dari pengalamannya di pelosok Nusantara: Melihat air sebagai akar masalah kemiskinan, stunting, dan lahan gersang, TNI AD telah mengaktifkan 7.217 titik sumber air bersih di seluruh Indonesia sejak 2020 hingga pertengahan 2026.
Salah satu contohnya adalah sumur bor sedalam 128 meter di Muaro Jambi yang kini mengairi sawah, mendukung program Dapur Sehat, dan mengusir dahaga ratusan kepala keluarga.
Jembatan Garuda Merah Putih: Program ini bertujuan memutus keterisolasian geografis desa dengan target membangun lebih dari 7.000 unit jembatan perintis. Untuk fase jangka pendek dari target 1.244 jembatan, 336 unit telah rampung berdiri kokoh, sementara 908 unit lainnya sedang dikebut pengerjaannya dalam target waktu 1,5 tahun ke depan.
Inovasi Hijau (Sampah Menjadi Solar): TNI AD juga menerapkan teknologi terapan yang mengubah sampah pilahan warga di daerah menjadi bahan bakar alternatif sejenis solar. Inovasi ini berhasil menyelesaikan dua masalah sekaligus yakni kebersihan lingkungan urban dan ketahanan energi berbasis komunitas.
Melalui program-program ini, Jenderal Maruli Simanjuntak dinilai berhasil menulis ulang sejarah modern TNI AD sebagai institusi yang adaptif dan hadir paling depan untuk mengatasi kesulitan rakyat. (aga/jo)








Komentar