oleh

KKP Targetkan Swasembada Garam 2027, Produksi dan Kualitas Jadi Fokus Utama

JAKARTA – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tancap gas mengejar target swasembada garam nasional pada 2027. Pemerintah menyiapkan tiga strategi utama demi mendongkrak produksi dalam negeri sekaligus mengurangi ketergantungan impor yang selama ini masih tinggi, terutama untuk kebutuhan industri.

Direktur Sumber Daya Kelautan Direktorat Jenderal Pengelolaan Kelautan KKP, Frista Yorhanita, menegaskan langkah ini bukan hanya soal produksi, tetapi juga demi meningkatkan kesejahteraan petambak.

“Strategi pemerintah itu tujuannya untuk swasembada garam, dan kedua pasti untuk kesejahteraan petambaknya sendiri. Kita punya tiga strategi untuk mencapai target 2027,” ujar Frista di Jakarta, Kamis (12/2/2026).

Tiga jurus yang disiapkan yakni ekstensifikasi, intensifikasi, dan pengembangan teknologi produksi. Ketiganya diharapkan mampu meningkatkan kapasitas serta kualitas garam nasional secara berkelanjutan.

Saat ini, kebutuhan garam nasional diperkirakan mencapai 4,9 hingga 5,2 juta ton per tahun. Namun produksi dalam negeri rata-rata hanya sekitar 2 juta ton per tahun. Artinya, ada kesenjangan sekitar 3 juta ton yang belum terpenuhi. Tak heran jika 50-60 persen kebutuhan, terutama untuk industri seperti chlor alkali plant (CAP) dan aneka pangan, masih harus dipenuhi lewat impor.

Masalahnya bukan sekadar kuantitas, tetapi juga kualitas. Kadar NaCl garam rakyat rata-rata tertinggi sekitar 94 persen, sementara industri mensyaratkan minimal 97 persen, bahkan sektor farmasi hingga 99 persen.

“Produksi kita fluktuatif, tergantung cuaca. Selain itu, kualitasnya juga belum sepenuhnya memenuhi standar industri,” bebernya.

Penurunan produksi juga dipengaruhi metode tradisional yang masih dominan digunakan sekitar 25 ribu petambak. Sentra garam pun umumnya hanya memiliki lima sampai enam bulan musim panas, sehingga produksi tak bisa berjalan sepanjang tahun.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, KKP menyiapkan strategi pertama berupa ekstensifikasi, yakni pembukaan tambak baru yang ditargetkan menghasilkan garam berkualitas industri.

Strategi kedua adalah intensifikasi pada tambak yang sudah ada, dengan meningkatkan produktivitas dan mutu hasil. Namun langkah ini masih menghadapi kendala lahan yang sesuai serta legalitas yang jelas.

Sementara strategi ketiga adalah penerapan teknologi modern agar produksi lebih stabil dan tidak terlalu bergantung pada cuaca. Pemerintah juga akan menggandeng PT Garam untuk mempercepat modernisasi produksi.

Sebagai informasi, untuk garam konsumsi, Indonesia sebenarnya sudah swasembada sejak 2012. Tantangan terbesar kini adalah memenuhi kebutuhan industri dalam negeri agar tak lagi bergantung pada impor.

Dengan tiga strategi tersebut, KKP optimistis target swasembada garam 2027 bisa tercapai, sekaligus mendongkrak kesejahteraan puluhan ribu petambak di berbagai daerah. (din/fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *