oleh

Walikota Munjirin Tinjau Tryout KJP di SMAN 11, Ribuan Siswa Kelas XII Ingin Lanjut Kuliah Lewat Bantuan KJMU

JAKARTA – Walikota Jakarta Timur Munjirin meninjau pelaksanaan Try Out Kartu Jakarta Pintar (KJP) yang diikuti pelajar kelas XII di SMAN 11, Jalan Komarudin, Kelurahan Pulo Gebang, Cakung. Kegiatan tersebut diikuti ribuan siswa yang ingin mendapatkan program Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) agar bisa melanjutkan ke perguruan tinggi.

Menurut Munjirin, program kerja sama Pemkot dengan Baznas Bazis Jakarta Timur ini untuk membantu siswa-siswi kelas XII SMA Negeri pemegang KJP agar lebih siap menghadapi ujian masuk perguruan tinggi. “Try out akan dilaksanakan lima kali hingga mendekati pelaksanaan ujian. Kegiatannya dilakukan secara bertahap di sejumlah sekolah,” kata Munjirin, Rabu (14/1).

Diungkapkan Munjirin, pada try out yang dilakukan serentak pada Selasa tanggal 13 Januari, dilaksanakan di delapan sekolah dan diikuti 554 pelajar. “Sedangkan pada hari ini, kegiatan diadakan di 19 sekolah dengan jumlah peserta 1.543 siswa-siswi. Untuk, Kamis (15/1) masih ada di 10 sekolah dengan jumlah peserta 1.003 pelajar.

Sedangkan, pada tahap akhir kegiatan akan dilaksanakan pada 19 Januari mendatang dengan jumlah peserta 176 pelajar. “Jadi, jumlah peserta mencapai ribuan siswa, dihkarapkan, nanti banyak pelajar dari keluarga tidak mampu bisa masuk perguruan tinggi negeri,” ucap Munjirin.

Kepala SMAN 11 Jakarta, Penina Sinambela menjelaskan, ada 616 anak didiknya penerima KJP yang ikut try out hari ini. “Pelatihan ujian kelulusan ini sangat membantu siswa-siswi kelas XII dalam mengasah kemampuan sebelum menghadapi Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK),” jelasnya. Tampak mereka sangat antusias mengerjakan soal. Ini modal yang sangat baik untuk menuju perguruan tinggi negeri.

Sementara itu, Pelaksana teknis dari NAIJU, Taufik Tope Rendusara menyebut, program ini berperan penting dalam membuka akses latihan terstruktur bagi penerima manfaat KJP. “Banyak pelajar penerima KJP yang sebenarnya punya potensi besar, tetapi tidak memiliki akses ke latihan soal dan evaluasi rutin seperti mengikuti Bimbel berbayar. Melalui try out ini, mereka bisa mengetahui posisi awal, kelemahan, sekaligus strategi belajar yang perlu diperbaiki sebelum menghadapi seleksi perguruan tinggi yang sesungguhnya,” pungkasnya. (jo)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *